Adri Subono: Promotor, Bisnis yang Nggak Ada Matinya

05-03-2017 11:03:28 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Baru-baru ini Air Supply sukses membuat pengunjung puas dengan lantunan lagu-lagu hits mereka di Kota Kasablanka Jakarta. Bicara pertunjukan sudah pasti berhubungan dengan artis yang dihadirkan atau didatangkan dan juga yang mendatangkan, atau biasa disebut "PROMOTOR", apa sih yang dimaksud promotor?

Menurut kamus Bahasa Indonesia, yang dimaksud Promotor sendiri adalah : 1. Orang yang menjadi penganjur atau pendorong suatu usaha (gerakan dan sebagainya); 2. Guru Besar yang memimpin dan mengarahkan orang yang akan mencapai gelar doktor; 3. Orang yang bertanggung jawab atas keuangan suatu pertandingan olahraga, termasuk mencari dana, mengadakan kontrak, dan sebagainya.

Dari gambaran diatas, bisa dibilang Promotor merupakan sosok penting dalam hal penyelenggaraan sebuah event. Promo dengan akhiran 'Tor' yang menandakan figur atau badan yang berperan dalam hal mempromosikan. Bisa dalam hal talent atau artis, product, dll. Bisa dibilang promotor itu serupa dengan Sales or Marketing. Namun istilah promotor di Indonesia sendiri identik dengan sosok yang berhubungan dengan industri hiburan atau entertainment. Seperti nama-nama besar Peter. F. Gonta dan Adri Subono yang sudah tidak diragukan lagi dalam dunia industri musik tanah air sebagai sosok yang sukses mendatangkan artis-artis atau band besar dari seluruh dunia.

Apa saja sih tugas promotor itu sendiri ?
serupa dengan marketing dan panitia, promotor mempunyai tugas khusus memperkenalkan atau mengkoordinasi sebuah produk dan jasa. Berhasil atau tidaknya sebuah penyelenggaraan acara atau branding yang ingin dicapai semua menjadi tugas pokok promotor. So, bisa dipastikan profesi ini membutuhkan pengalaman, link, serta strategi yang bagus dan kemampuan negosiasi yang mumpuni, dan harus kreatif adalah harga mati.

Seperti yang dikatakan Adri Subono, CEO Java Musikindo, "Ini bisnis yang enggak ada matinya, beda dengan menjual kapal. Kalau promotor itu, bisnis bekerja profesional. Jadi Java Musikindo berdiri pada 1994 langsung saya buat sebagai perseroan terbatas (PT). Ini pekerjaan panitia yang tidak ada habisnya, dan akan berkembang terus".