Peran Komunitas Kebudayaan Dalam Menjaga dan Melestarikan Kebudayaan Warisan Bangsa

01-03-2017 06:03:57 By Iwan Inkiriwang
img

Jakartavenue| Ditengah maraknya perkembangan IPTEK yang begitu cepat ternyata berdampak pada kebudayaan bangsa. Kenapa bisa? Sebelum kita lihat seberapa besar pengaruhnya terhadap kebudayaan, sedikit kita lihat dasar penilaian mengenai hal ini. Dengan berkembangnya IPTEK baik itu internet, gadget, maupun digital kita ketahui bahwa hal ini otomatis, mau tidak mau akan berimbas kepada perkembangan kebudayaan yang ada. Sebagai contohnya tim Jakartavenue mengambilnya dari dunia music. Saat ini music konvensional memang masih ada, baik yang online maupun yang offline. Online disini adalah music digital dan streaming, sedangkan music offline adalah musik yang bisa kita dengar secara langsung bersama dengan sang penyanyi.

Tetapi bukan berarti para pelaku di bidang kebudayaan hanya berdiam diri saja, ada banyak elemen yang juga tetap konsisten peduli terhadap masalah ini seperti komunitas-komunitas pecinta kebudayaan. Nah berbicara mengenai komunitas, tim jakartavenue merangkum beberapa komunitas kebudayaan ada seperti dilansir dari hurahura.wordpress.com sebagai berikut:

Komunitas Historia Indonesia (KHI)

Komunitas inididirikan di Jakarta oleh beberapa mahasiswa Fakultas Sejarah Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang dulunya bernama IKIP-Jakarta dengan mahasiswa Fakultas Sejarah Universitas Indonesia (UI) pada tanggal 23 Maret 2003. Dasar gagasan berdirinya komunitas ini adalah adanya sebuah pemikiran, inisiatif, dan prakarsa seorang Asep Kambali (pendiri, seorang mahasiswa jurusan sejarah – UNJ). Asep pada saat itu menjabat sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) jurusan sejarah UNJ.

Komunitas Jelajah Budaya (KJB)

Komunitas Jelajah Budaya (KJB) merupakan komunitas independent pecinta dan peduli pada seni dan budaya sejarah bangsa. Berdiri pada tahun 2003, tepatnya tanggal 17 Agustus.

Komunitas Jelajah

Adalah sebuah komunitas yang menaruh perhatian dan minat terhadap seni, peristiwa, tempat, dan bangunan bersejarah. Berdiri pada tahun 2010, tanggal 15 Agustus yang diprakarsai oleh Hamdani Masil (Dhani). Bermula dari rasa cinta pada seni dan budaya, maka terbentuklah komunitas ini.

JV Readers, masih banyak komunitas-komunitas lain yang peduli dan bergerak demi menjaga dan mempertahankan kebudayaan dan kesenian asli bangsa Indonesia yang kaya ini sebagai salah satu warisan budaya bangsa.