Isyana Sarasvati dan Tria The Changchuters Terlibat Dalam 'Pasoa dan Sang Pemberani' Film Garapan Siswa SMK Kudus

27-02-2017 02:02:56 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Dunia film tanah air kini makin pesat berkembang, hal itu terlihat dari irilisnya film tiga dimensi (3D) buatan anak-anak SMK Raden Umar Said pada Jumat (24/2/17) lalu di Jakarta. Film tersebut diberi judul Pasoa dan Sang Pemberani yang berhasil digarap dalam waktu 15 bulan. Hebatnya Film yang berdurasi 25 menit itu dikerjakan oleh 38 orang murid kelas 10 dan 11 dari sebuah Sekolah Menengah Kejuruan yang berlokasi di Kudus, Jawa Tengah.

Pasoa dan Sang Pemberani menceritakan tentang kearifan lokal budaya Indonesia dan tokoh berkarakter Nusantara. Pasoa adalah hewan mitologi gabungan dari berbagai hewan khas Indonesia untuk melindungi kekayaan hayati di hutan tanah air.

Tidak sendiri, tetapi Pasoa juga dibantu oleh teman-temannya seperti Amet yang suaranya diisi oleh Tria vokalis The Changchuters, lalu ada juga kawan lainnya seperti Sang Penyumpit dan Punai Anai. Selain Tria juga ada Isyana Sarasvati yang terlibat dalam mengisi original soundtrack sebagai penyanyi dan pencipta. Film ini akan ditayangkan di stasiun televisi SCTV.

Technical Advisor RUS Animation Studio, Daniel Harjanto mengungkapkan bahwa tujuan awal dibuatnya film tersebut adalah untuk sarana pembelajaran dan praktik siswa dalam mengaplikasikan ilmu yang mereka dapt dari bangku sekolah supaya dapat menjadi karya seni yang bernilai.

“Karya anak SMK Raden Umar Said adalah sebuah lompatan yang sangat jauh di mana ini menunjukkan bahwa anak muda Indonesia sangat berpotensi karena darah seni ada dalam mereka," tambah Daniel.

Ia juga mengatakan pengerjaan film 3D animasi ini mengalami proses yang sangat panjang dengan kerumitan dan keahlian yang tinggi. “Pasoa dan Sang Pemberani telah melalui proses produksi yang cukup panjang dan hasilnya memuaskan,” jelas Daniel.

Daniel melanjutkan bahwa “Pasoa dan Sang Pemberani” tidak kalah dengan film produksi Hollywood atau studio animasi professional lainnya karena film ini juga menggunakan software yang sama dengan mereka. Dan tidak tanggung-tanggung, semi menjadikan animator-animator yang dibutuhkan dunia , industri animasi, RUS Animation Studio menghadirkan pengajar professional seperti Woody Woodman dari Walt Disney untuk memberikan ilmu dari Amerika Serikat.

Mengingat biaya prodiuksi yang tidak murah, RUS Animation Studio tidak sendirian memproduksi film “Pasoa dan Sang Pemberani”, tetapi juga didukung oleh Djarum Foundation, Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) dan Autodesk dalam bentuk pembangunan studio animasi berstandar internsional, kurikulum yang sesuai standar animasi dan berbagai pelatihan juga sertifikasi serta beasiswa.