AMI Hadir Memenuhi Aspirasi Media online Indonesia

23-02-2017 10:02:45 By Iwan Inkiriwang
img

Jakartavenue| Keberadaan media online di Indonesia belakangan ini banyak mendapat sorotan, baik dari masyarakat umum maupun dari berbagai instansi pemerintahan. Terlebih bila dilihat dari bidang jurnalistik. Banyaknya pemberitaan hoax dan berbagai isu yang memperihatinkan membuat sejumalah pelaku/pengusaha media online terimbas dan resah akibat dari permasalahan ini. Padahal seperti kita ketahui bahwa media online dalam pengertian umum bukan hanya media online yang bergerak dalam bidang jurnalistik saja yang bisa menyebarkan berita. Sosial media seperti facebook, twitter, instagram, dan lain-lain juga bisa dikategorikan atau masuk dalam media online.

Maka atas dasar inilah sejumlah pelaku Media online di Jakarta dan sekitarnya berinisiatif menggagas dan menyatukan visi dan misinya membentuk sebuah asosiasi sebagai wadah atau lembaga yang diharapkan dapat menaungi segala kegiatan pemberitaan/jurnalistik dan media online di Jakarta dan sekitarnya, bahkan bukan mustahil bisa samoai seluruh nusantara kedepannya.

Kemudian sampailah pada puncaknya, pada tanggal 22 Februari 2017 (Rabu kemarin) diselenggarakan Deklarasi dan Pengukuhan “Asosiasi Media online Indonesia (AMI)” beserta jajaran kepengurusannya. Acara yang berlangsung di TAKES Mansion & Hotel Kebon Sirih-Jakarta Pusat. Deklarasi yang diselenggarakan bekerjasama dengan beberapa sponsor seperti KEIN Production, FIESTA Black Tea, Garuda Indonesia, serta TAKES Mansion & Hotel sebagai sponsor utama serta dukungan dari pihak kantor berita Antara ini dihadiri lebih dari 30 perwakilan Media online yang tergabung dalam keanggotaan AMI.

Dalam sambutannya Charles Simbolon selaku Ketua Asosiasi Media online Indonesia (AMI) mengatakan,” Perkembangan IT dan dunia cyber yang sangat pesat menimbulkan banyak dampak negative seperti banyaknya beredar berita-berita HOAX, maka peran media online harus juga dikembangkan kearah positif yang positif, terutama berfungsi meng-edukasi publik. Maka disinilah peran penting yang ingin diambil AMI sebagai sebuah lembaga atau wadah yang dapat menaungi sekaligus mengawasi serta berperan aktif dalam mendukung pemerintah dalam langkah meminimalisasi dampak-dampak negative diatas yang kemudian meng-edukasi publik tentang bagaimana menggunakan dan mengerti akan perkembangan teknologi digital, IT, dan cyber agar tidak terseret kedalam dampak-dampak negative tadi.”

Sedangkan menurut Teguh Haryanto selaku General Manager TAKES Mansion & Hotel,”Dengan terbentuknya AMI, diharapkan dapat menjadi mitra yang saling menguntungkan terutama dalam membantu memperkenalkan TAKES Mansion & Hotel bukan hanya di Jakarta saja tetapi juga sampai keseluruh nusantara.  Disamping itu pihaknya juga mendukung penuh AMI dan setuju sekali dengan visi dan misi AMI dalam hal meng-edukasi publik, tetapi juga dapat menjadi jembatan aspirasi para anggota maupun semua mitranya kelak.”