The Last Barongsai, Mengangkat Tema Krisis Toleransi dan Melestarikan Warisan Budaya

19-02-2017 06:02:33 By Iwan Inkiriwang
img

Jakartavenue  | Kebanyakan film Indonesia diangkat dari novel-novel karya terkenal, baik itu film drama, action, ataupun komedi drama. Seperti halnya film yang satu ini, The Last Barongsai yang merupakan salah satu film yang ditunggu-tunggu tahun 2017 ini. Film arahan sutradara Ario Rubbik ini diangkat dari sebuah novel.

Film The Last Barongsai ini mengisahkan tentang seorang pemain Barongsai (Dion Wiyoko) yang mencoba mempertahankan tradisi leluhurnya. Namun untuk itu dia harus bekerja ekstra keras, karena demi mewujudkan impiannya banyak kendala dan rintangan yang harus di lalui. Film yang sengaja dirilis untuk menyambut Imlek ini diproduksi oleh Karnos Film dan di tayangkan bertepatan dengan perayaan Imlek lalu.

Mengangkat tema drama, The Last Barongsai dibintangi oleh Dion Wiyoko dan Tio Pakusadewo yang diangkat dari novel dengan judul yang sama karya dari Rano Karno. Menurut Rano Karno sebagai penulis dari novel ini, film The Last Barongsai ini diangkat untuk menyampaikan pesan moral bagi semua orang yang menontonnya. Pesan moral yang terkandung dalam film ini adalah toleransi dan kebhinekaan yang tersirat ditangah kehidupan masyarakat Indonesia yang saat ini tengah mengalami krisis toleransi, yang salah satunya terkait dengan isu pilkada serentak yang akan berlangsung tahun ini.(dikutip dari bintang.com)

Berikut sedikit synopsis ceritanya yang tim Jakartavenue sampaikan agar JV Readers yang ingin menontonnya punya gambaran tentang kualitas dan makna yang ada didalam film ini. Adalah Aguan (Dion Wiyoko) yang menerima surat pemberitahuan beasiswa yang diajukannya untuk melanjutkan pendidikan ke Singapura diterima dan dinyatakan lulus. Namun hal ini tidak membuatnya senang karena terbentur dengan biaya lain. Di satu sisi Aguan juga bingung bila dia melanjutkan sekolah ke Singapura, siapa yang akan mengurus sanggar Barongsai milik Ayahnya (Kho Huan/Tio Pakusadewo). Bagaimana cerita selanjutnya? Apakah Aguan jadi melanjutkan studinya? Lantas bagaimana dengan sanggar Barongsai milik ayahnya bila Aguan tetap pada cita-citanya? Nah JV Readers, buruan tonton filmnya di bioskop-bioskop kesayangan kalian.