Mengenal Lebih Jauh Ragam Seni dan Budaya, Bagian Pertama

18-02-2017 11:02:22 By Iwan Inkiriwang
img

JakartaVenue | Beragamnya kesenian dan kebudayaan negeri kita Indonesia tercinta menjadi daya tarik tersendiri yang seringkali membuat bangsa lain iri dan tertarik untuk datang mempelajarinya. Bahkan belum lama ada yang lebih ekstrim lagi dengan mencoba mengakui salah satu karya seni kita sebagai kepunyaan mereka. Oleh Karena itu kita sebagai warganegara yang juga merasa bangga dan cinta akan seni dan kebudayaan bangsa ini wajib menjaga dan melestarikannya. Karena selain sebagai warisan budaya juga dapat menjadi penghasil devisa negara melalui sektor pariwisata dan industry kerajinan. Seperti berbagai kegiatan seni dan budaya di setiap daerah yang menjadi tujuan wisata, dimana kerajinan tangan dan kebudayaan serta adat istiadatnya menjadi daya tarik utama para wisatawan baik domestic maupun mancanegara.

JV Readers berikut tim Jakartavenue ingin mengajak melihat berbagai festival kebudayaan yang akan dan sudah digelar selama tahun 2017 ini dari berbagai daerah seperti dirangkum dari reservasi.com sebagai wacana bagi dunia seni dan budaya di tanah air.

Pesta Reba suku Bena di NTT

Digelar setiap tahun dalam menyambut tahun baru, Pesta Reba oleh masyarakat adat di Nusa Tenggara Timur (NTT) diadakan mulai tanggal 27 Desember sampai pertengahan Januari. Dengan makan ubi secara bersama-sama sambil diiringi dengan tarian tradisional Besa Uwi, menjadi salah satu ciri khas dari Pesta Reba ini.

Festival Bau Nyale Putri Mandalika di Kuta-Lombok

Merupakan festival kebudayaan yang juga diadakan setiap tahun, Festival Bau Nyale ini diadakan berdasarkan perhitungan pada poenanggalan tradisional suku Sasak. Dalam bahasa Sasak “Bau” bermakna menangkap, dan “Nyale” bermakna sebutan untuk cacing laut yang hanya muncul sekali dalam setahun kepermukaan pantai. Jadi secara umum festival ini juga disebut festival menangkap cacing secara bersama-sama di sepanjang pantai Lombok. Festival Bau Nyale ini merupakan salah satu festival tertua di Lombok, yang tahun ini diadakan pada tanggal 10-15 Februari lalu.

Festival Timba Laor dari Ambon

Festival yang rencananya diadakan pada tanggal 11-14 Maret 2017 nanti merupakan festival yang hampir mirip dengan Bau Nyale di Lombok. Hanya perbedaan di waktu saja, karena di Lombok sesuai dengan penanggalan suku Sasak, sedangkan Timba Laor diadakan setiap bulan Maret atau April dalam penanggalan masehi.