Ternyata Parkour Terinspirasi Dari Kisah Pemadam Kebakaran

17-02-2017 02:02:28 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Berlari, melompat dan memanjat adalah satu kesatuan dari olahraga bernama parkour. Dikenal lebih dulu di Perancis oleh anak muda bernama David Belle, olahraga ini terus berkembang pesat ke beberapa Negara luar Eropa bahkan dunia.

Bermula terinspirasi dari kisah heroik sang ayah, Raymond Belle merupakan tentara Perancis yang bergabung dengan pemadam kebakaran militer. Sang ayah mengenalkan metode latihan yang natural seperti berlari, melompat dan memanjat. Dari situlah pemuda Perancis itu memberi nama parkour. Kata parkour sendiri memiliki arti seni gerak.

Keputusan David berhenti sekolah pada usia 16 tahun dan memutuskan fokus mendalami serta mengembangkan olahraga unik ini ternyata berbuah manis, sebab parkour kini telah berhasil mendunia, malahan David ikut bermain dalam film District 13.

Hingga kini parkour menjadi populer sampai-sampai diangkat menjadi film yang diantaranya “Jump London” dan “Jump Britain” di Inggris. Berbeda dengan Perancis, di Inggris olahraga yang mengandalkan optimasi gerak badan dan kelincahan serta efisiensi gerak ini dikenal dengan freerunning.

Bentuk olahraga ini dibilang unik karena dilakukan ditempat umum dan terbilang ekstrim, yaitu melompat dari gedung satu ke gedung yang lain dengan cepat dan seefisien mungkin. Memang olahraga ini bertujuan untuk melatih efisiensi gerakan agar kita selalu siap siaga menghadapi segala rintangan dalam segala kondisi terlebih berbahaya sekalipun.

Di Indonesia sendiri parkour mulai dikenal sekitar tahun 2005 akhir silam, namun perkembangannya tidak secepat olahraga yang telah mendapat banyak dukungan seperti karate, taekwondo, kick boxing, bulu tangkis dan lainnya. Lambatnya perkembangan parkour disini dikarenakan, pertama masih dianggap olahraga yang belum menjanjikan dari segi finansial, kedua minimnya fasilitas dan lahan atau tempat untuk berlatih.

Meskipun parkour mengalami kesulitan untuk berkembang di Indonesia, tetapi sudah mendapatkan pengakuan dari World Freerunning & Parkour Federation (WFPF) karena seorang anak muda bernama Hamy yang telah mengukir prestasi baik lingkup nasional maupun internasional.

Prestasi yang diraih Hamy selain mendapat pengakuan dari WFPF adalah menjadi juara 1 di ajang Jakarta Levi’s Parkcool Challenge 2015 serta menyabet predikat best trick di gelaran Lion City Gathering, Singapura pada Januari 2016 lalu, mengalahkan 500 atlet parkour & freerun dari Asia, Amerika, Eropa dan Australia.