Mengenal Lebih Dekat Budaya Asli Jakarta di Setu Babakan

10-02-2017 05:02:48 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Terletak di selatan Jakarta terdapat sebuah danau yang dijadikan tempat wisata oleh warga setempat. Setu Babakan adalah danau buatan yang diresmikan sebagai cagar Budaya Betawi melalui SK Gubernu No.9 Tahun 2000 oleh Gubernur Jakarta yang kala itu dijabat Bapak Sutiyoso. Peresmian itu berbarengan dengan HUT kota Jakarta yang ke-474. Danau yang dialiri air dari sungai Ciliwung itu memiliki luas 30 hektar dengan kedalaman 1 meter hingga 5 meter.

Setu Babakan merupakan kawasan permukiman Betawi yang terletak di Jl. Moh. Kahfi II, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kawasan ini ditetapkan menjadi pusat Budaya Betawi, yang didalamnya para wisatawan disajikan panorama pepohonan yang rindang dan suasana sejuk serta tenang. Disekelilngnya juga terdapat rumah-rumah yang berarsitektur Betawi asli.

Mengenai kebudayaan, Setu Babakan pastinya memiliki nuansa budaya Betawi yang sangat kental dan mungkin akan sulit kita temui diluar kawasan ini. Seni budaya Betawi yang ada di cagar budaya Betawi ini adalah Tanjidor, merupakan sebuah kesenian asli betawi yang beranggotakan beberapa orang. Mereka memainkan berbagai alat musik sehingga menciptakan alunan musik khas betawi. Lenong adalah esenian komedi khas betawi. Para Pemain lenong biasanya berdialek dengan logat betawi dan melakukan hal hal yang lucu, Selain itu ada juga ondel-ondel yang menjadi khas kota Jakarta, khusus yang satu ini masih banyak kita jumpai di Ibukota. Dan Tari Topeng, serta masih banyak lainnya.

Di sekitar danau juga banyak penjual makanan dan minuman yang menawarakan berbagai panganan umum dank has Betawi seperti Kerak Telor, Nasi Ulam, Nasi Uduk, Toge Goreng, Arum Manis, Rujak Bebek, Dodol Betawi, Bir Pletok, dan masih banyak lainnya.

Setu Babakan adalah tempat yang tepat untuk Anda mengajak keluarga agar mengenal lebih jauh dan lebih dekat dengan Budaya Betawi. Terdapat juga wahana unik di danau ini yaitu perahu berbentuk angsa agar bisa berkeliling danau menikmati keasrian dan kesejukan alam dari rindangnya pepohonan yang ditanam disini.