Lagi Tren, Vapor Wajib Kenal Vape dan Bagian-Bagiannya

07-02-2017 03:02:31 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Rokok elektrik atau saat ini tren dikenal Vape masuk ke Indonesia sejak tahun 2009 silam. Pada pertama kali masuk dalam bentuk seperti pipa dan digunakan sebagai sebuah gaya hidup. Kian kemari seiring dengan berkembangnya teknologi, vape juga makin semarak dengan berbagai device walaupun memiliki fungsi sama yaitu sebagai pengganti rokok.

Vape dan rokok adalah sebuah aktivitas yang sama yaitu sama-sama menghisap asap. Hanya yang beda adalah, jika merokok adalah menghisap asap dari tembakau kering yang dibakar, namun vape adalah menghisap asap yang dihasilkan dari uap cairan.

DIpercaya bahwa vape dapat menggantikan kebiasaan merokok yang tidak sehat dan berbahaya. Meskipun juga tidak bisa dikatakan nge-vape itu baik dan sehat, banyak yang menganggap minimal mengurangi risiko bahaya dari merokok, karena cairan vape tidak mengandung tar dan juga setelah menghisap vape dapat menghilangkan hasrat untuk merokok bahkan merokok jadi tidak enak hingga akhirnya berhenti merokok.

Itulah sedikit penjelasan definisi vape, namun kali ini JakartaVenue berkesempatan mewancarai Reza Andhika, seorang pemilik toko vape dan juga menguasai tentang rokok elektrik ini. Reza menjelaskan secara detail tentang bagian-bagian vape.

Vape adalah sebutan untuk kesatuan device yang terdiri dari tiga komponen (Atomizer, Mod, Battery). Berikut penjelasan tiga komponen yang menjadi satu kesatuan dalam vape:

Atomizer

Adalah alat untuk menghisap sekaligus tempat pembakaran. Atomizer sendiri memiliki tiga jenis, yaitu:

  • RDA (Rebuildable Dripping Atomizer), tipe ini memiliki mekanisme tetes, cara menggunakannya adalah cairan diteteskan pada kapas yang ada di coil untuk kemudian baru dibakar secara elektrik.
  • RTA (Rebuildable Tank Atomizer), berbeda dengan RDA yang memiliki cara ditetes, RTA memiliki tank sebagai penampung liquid, jadi pengguna tidak perlu meneteskan liquid jika ingin memakainya karena liquid sudah ditampung dalam tank, hanya saja si pengguna hanya bisa memakai saju rasa liquid.
  • RDTA (Rebuildable Dripping Tank Atomizer), jenis ini merupakan penggabungan dari RDA dan RDTA, dimana pengguna bisa menggunakan dua alternative dalam menggunakannya yaitu dengan ditetes tapi juga memiliki penampungan liquid. Jika liquid di kapas habis, pengguna tinggal membalik vape agar liquid mengalir ke kapas.

Mod

Merupakan body yang didalamnya tertanam chip dan slot baterai, dimana chip berfungsi untuk mengatur kekuatan pembakaran yang dihasilkan. Kita bisa mengatur daya atau watt listrik dengan mengacu pada indikator nilai pada display mod tersebut.

Baterai

Pada dasarnya semua peralatan yang berhubungan dengan elektronik pasti membutuhkan daya yang dalam hal ini dihasilkan dari baterai. Penggunaan baterai pada vape tergantung berdasarkan mod yang digunakan.

Itulah uraian vape dengan bagian-bagiannya sebagai informasi kalian yang ingin berhenti merokok dengan menggantinya terlebih dahulu menggunakan vape. Untuk catatan, jika kalian baru ingin memulai, Reza menyarankan untuk menggunakan vape dengan atomizer jenis RTA. “Kalau untuk pemula biar tidak repot lebih baik menggunakan tank, atau bisa juga RDTA karena selain memiliki tampungan untuk liquid, si pengguna juga bisa mencoba-coba rasa yang lain dengan ditetes,” jelas pemilik toko vape bernama BE-EM Vapor ini. Simak informasi lainnya seputar vape di jakartavenue.com.