Jengkol Baik Bagi Wanita Hamil, Yakin?

04-02-2017 01:02:34 By Iwan Inkiriwang
img

Jakartavenue | Siapa orang Indonesia yang tidak kenal Jengkol? Hampir seluruh daerah di Indonesia pasti tahu dan bahkan mengkonsumsi jengkol sebagai makanan. Ya, jengkol adalah buah yang terkenal akan rasa dan aromanya yang unik/khas sehingga sering dijadikan makanan favorit bagi beberapa daerah. Selain itu jengkol juga bisa diolah menjadi berbagai jenis masakan, tergantung daerah masing-masing yang mengkonsumsinya. Namun yang jadi pertanyaan apakah jengkol juga baik dikonsumsi bagi wanita hamil? Karena banyak perbedaan pendapat tentang hal ini, mengingat bahaya dari salah satu zat yang terkandung di jengkol.

JV Readers sekalian yang suka mengkonsumsi jengkol sebagai makanan favorit, tim Jakartavenue ingin menglas sedikit mengenai jengkol ini supaya tidak ada salah mengerti tentang jengkol itu sendiri. Pertama-tama kita harus mengetahui apa saja sih nutrisi dan zat yang terkandung dalam jengkol? Berbahayakah atau baikah bila terlalu sering dikonsumsi? Jengkol memiliki beberapa nutrisi didalamnya seperti kalsium, fosfor, protein, dan serat. Jengkol juga adalah tanaman yang termasuk dalam kelompok polong-polongan seperti kacang tanah yang kita kenal memang kaya akan serat. Tetapi jengkol juga memiliki zat beracun yang bernama asam jengkolat. Dimana bila JV Readers terlalu banyak atau sering mengkonsumsi jengkol tanpa memperhatikan kandungan-kandungan zat yang tidak baik ini, dikuatirkan dapat menimbulkan penyakit yang merugikan kesehatan JV Readers juga.

Seperti dijelaskan diatas bahwa jengkol memiliki kandungan kalsium dan fosfor, dimana kedua nutrisi ini baik bagi pertumbuhan tulang kita. Nah pada Wanita/ibu hamil kedua nutrisi ini memang sangat diperlukan bagi pembentukan dan pertumbuhan janin/bayi yang ada dalam kandungannya. Sementara kandungan serat yang ada pada jengkol berguna membantu memperlancar proses pencernaan agar tidak terjadi sembelit. Hal ini diperlukan oleh siapa saja, termasuk ibu/wanita hamil pada usia kandungan enam bulan keatas. Karena biasanya diusia kandungan seperti ini banyak ibu hamil yang sering mengalami sembelit atau konstipasi. Namun juga bukan berarti tidak memperhatikan takaran dan batasan dalam mengkonsumsinya yah.

Jadi JV Readers, secara umum memang tidak ada larangan mengkonsumsi jengkol pada wanita/ibu hamil, karena memang semua nutrisi yang ada pada jengkol ini sangat diperlukan. Tapi asal jangan lupa dengan takaran dan aturannya tadi, supaya tidak mengganggu fungsi dari ginjalnya. Dan hal ini bukan hanya pada wanita/ibu hamil saja, melainkan semua yang suka mengkonsumsi jengkol sebaiknya memperhatikan pola makan yang baik bagi kesehatan. Karena bukan hanya zat beracun saja, makan terlalu banyak pun adalah hal yang tidak baik bagi kesehatan. Dalam agama apapun juga ada larangan mengenai makan yang berlebihan. SO buat wanita/ibu hamil, jangan takut atau ragu lagi sekarang untuk makan jengkol asal sekali lagi tim Jakartavenue sekali lagi mengingatkan untuk memperhatikan pola makan sehatnya….Selamat mencoba!!!(dikutip dari klikdokter.com)