Pilkada Sebagai Sebuah Panggung Hiburan

03-02-2017 12:02:34 By Iwan Inkiriwang
img

JakartaVenue | Selama ini banyak orang yang terkecoh dan terjebak dalam satu pola piker yang dibentuk atau di doktrin oleh kelompok tertentu atau slogan-slogan yang bersifat provokatif. Banyak yang mengatakan pilkada adalah panggungnya para tokoh politik, tempatnya para provokatif, atau lebih banyak negatifnya daripada politiknya. Padahal sebenarnya tidak semua pendapat atau pandangan tentang hal ini benar, bahkan penilaian itu hanyalah sudut pandang yang sempit dalam membesarkan sesuatu yang negatif. Karena sesungguhnya Pilkada ataupun PEMILU adalah sebuah panggung pertunjukan yang dapat menghibur, mengedukasi, dan memperagakan adegan-adengan lucu dari para kontestan maupun para pendukung kontestan itu sendiri. Atau secara garis besarnya Pilkada itu adalah panggung hiburan bagi semua orang/warga.

Berikut tim Jakartavenue coba memberikan pandangan mengenai pilkada dari sisi positifnya sebagai salah satu panggung hiburan, supaya JV Readers sekalian bisa menilai sendiri nantinya mengenai hal ini (pilkada) setelah mambacanya. Tim Jakartavenue coba menguraikan dari pilkada itu sendiri, para kontestannya, pendukungnya, dan hal-hal lain yang menyangkut pilkada itu sendiri sebagai berikut:

Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah)

Seperti kita ketahui  bahwa sebuah negara atau daerah yang menganut sistem pemerintahan demokrasi, memilih pemimpinnya pasti melalui pemilihan umum/pemungutan suara. Nah pemungutan suara ini diambil dari seluruh rakyat negara atau seluruh warga suatu daerah. Peristiwa ini (pemilihan/pemungutan suara) disebut sebagai pesta rakyat. Kenapa? Karena proses menuju ke pemilihan atau pemungutan suara ini sendiri akan diisi dengan berbagai acara seperti penentuan calon, kampanye, atribut, yel-yel, ataupun saat pelaksanaan pemilihan atau pemungutan suara dilakukan semua dengan persiapan layaknya menggelar suatu acara pesta.

Kontestan/Calon yang akan dipilih

Seorang calon/figure yang akan diajukan sebagai Pemimpin nantinya juga ditentukan oleh yang namanya partai politik, yang dalam bahasa umum bisa disebut kelompok atau regu/tim. Layaknya sebuah lomba atau pertandingan olahraga maupun hiburan, nantinya para calon/kontestan ini akan bersaing untuk mendapatkan dukungan dan suara sebanyak-banyaknya agar bisa keluar sebagai pemenangnya. Semua ini layaknya kita melihat sebuah audisi musik, penyanyi, ataupun film dalam acara hiburan ditelevisi.

Para Pendukung

Para pendukung disini mempunyai peranan yang paling penting dalam sebuah pesta rakyat seperti Pilkada atau Pemilu. Karena layaknya sebuah acara tanpa penonton atau pendukung tidak mungkin acara itu terlaksana dengan meriah. Kenapa? Karena disinilah letak nilai hiburan atau keberhasilan dari sebuah acara/event. Mereka akan berkampanye dengan melakukan pawai, orasi, dan mengenakan atribut tanda dukungan terhadap calon yang akan dipilih nantinya. Disini berbagai suasana akan terlihat baik itu keceriaan, fanatisme, semangat, dan tingkah laku yang beraneka ragam dari setiap orang yang begitu antusiasnya memberikan dukungan. Inilah panggung hiburannya, yaitu setiap orang dari pendukung calon pemimpin dapat menampilkan ekspresinya yang lucu, nyeleneh, bahkan juga kadang mengesalkan. Tapi semua dengan tujuan yang sama yaitu menikmati pesta dan menyalurkan aspirasinya dalam sebuah panggung hiburan demokrasi.

Nah JV Readers sekalian, jadi melalui sedikit penjelasan dan uraian ini tim Jakartavenue berharap tidak ada lagi kesan kuatir, was-was, takut, dan sebagainya bila kita menghadapi Pilkada. Tapi mari kita lihat ini sebagai sebuah pesta besar atau panggung hiburan besar yang diadakan pemerintah bagi seluruh rakyat sebagai perwujudan dari sebuah negara yang berdemokrasi.