Rentan Gangguan Tidur, Inilah Yang Sering Dialami Para Pekerja Shift Malam

30-01-2017 01:01:31 By Iwan Inkiriwang
img

JakartaVenue | Banyaknya jenis pekerjaan yang menuntut seseorang bekerja pada malam hari membuat mereka mengalami hal-hal sulit mengenai siklus tidurnya. Beberapa jenis pekerjaan yang berlangsung saat malam hari seperti tenaga medis (dokter dan suster/perawat), security, petugas damkar, dan sebagainya ini sangat rentan mengalami kesulitan tidur. Mungkin JV Readers pernah mengalami hal ini saat menemukan seorang petugas medis yang tertidur saat tugas baik dirumah sakit kecil maupun besar. Atau saat kita berkendara dengan menumpang sebuah taksi, kita melihat sang sopir tertidur saat berhenti di lampu merah.

Gejala seperti ini bukan karena mereka kurang tidur, ataupun kelelahan tapi hal ini disebabkan oleh sebuah sindrom yang dikenal dengan gangguan ritme sirkadian rubuh. Apakah itu? Ritme sirkadian tubuh ini adalah jam biologis internal tubuh yang berfungsi memberikan sinyal kapan kita harus tidur dan kapan kita harus terjaga/bangun. Nah untuk itu cahaya matahari biasanya diperlukan untuk menentukan hormon melatonin, yaitu hormon yang membantu mengatur siklus tidur seseorang.

Gejala ini timbul ketika sebagian orang tertidur atau beristirahat pada malam hari, sementara sebagian kecil lagi harus terjaga karena pekerjaan mereka. Seperti dilansir dalam klikdokter.com bahwa akibat keadaan itu mereka (para pekerja malam) ini akan mengalami rasa kantuk yang sangat hebat, badan terasa lemah atau kurang bergairah, bahkan kesulitan untuk tidur saat siang hari sekalipun. Hal ini mengakibatkan walaupun mereka dalam keadaan sadar/terjaga tapi konsentrasi mereka tidak bisa focus. Selain itu untuk mengatasi masalah ini biasanya para pekerja mala mini akan mengkonsumsi obat-obatan ataupun minuman beralkohol agar mereka bisa tetap fit.

Inilah kesalahan fatalnya, karena kedua faktor diatas tersebut malah dapat mengakibatkan berbagai macam penyakit yang timbul seperti obesitas, kolesterol, dan yang lebih parah adalah serangan jantung.(dikutip dari klikdokter.com)