Tanam Benang Sangat Tidak Disarankan, Ini Sebabnya

28-01-2017 11:01:45 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Tanam Benang merupakan metode peremajaan kulit wajah tanpa operasi. Metode ini melibatkan proses penanaman benang pada jaringan di bawah kulit anda. Baru-baru ini tanam benang menjadi trend para selebritas tanah air dan juga para sosialita. Tanam benang membuat kulit menjadi lebih kencang, dan terlihat lebih muda, namun mengakibatkan efek samping yang bisa dirasakan minimal 2 hari maksimal 6 bulan dari waktu penanaman benang itu sendiri.

Sulamanidze dkk adalah yang pertama menggunakan benang bergerigi (benang APTOS) untuk terapi pada 186 pasien dengan kekenduran wajah. Mereka melaporkan tingkat revisi atau perbaikan sebanyak 6.4% akibat wajah kendur kembali dan 2.5% akibat benang keluar melalui kulit. 

dr. Enrina Diah, Sp.BP- RE mengatakan bahwa tanam benang sangat tidak disarankan, karena tidak membuahkah hasil apapun. Resiko yang lebih besar akan timbul pasca tanam benang. Efek samping yang dirasakan setelah melakukan tanam benang adalah kulit menjadi kendur kembali, terdapat jaringan kulit parut, benang keluar dari kulit, benang berpindah tempat, dan yang paling fatal terjadi infeksi sehingga memerlukan penanganan yang lebih.

Ditambahkan oleh dr. Enrina Diah, Sp.BP- RE perlu adanya edukasi untuk masyarakat, apa yang dilihat tidak seindah kenyataan nya, tanam benang yang banyak di endorse oleh artis-artis memang menggiurkan bagi masyarakat awam yang ingin cantik tanpa melakukan operasi, tapi mereka tidak memikirkan bahaya dan juga resiko yang akan dirasakan.

Ketika ditanya tentang biaya perbaikan pasca tanam benang dr. Enrina Diah, Sp.BP- RE mengatakan biaya tergantung dari seberapa parahnya kerusakan kulit. Karena setiap pasien mengalami kerusakan pasca tanam benang dengan keluhan yang berbeda-beda.