Ngeri, Gorengan dan Roti Bakar Berisiko Kanker

26-01-2017 11:01:42 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Makan gorengan menjadi favorit sebagai cemilan bagi kebanyakan orang di kala mengisi waktu senggang bercengkrama dengan teman. Juga begitu roti bakar yang difavoritkan disaat singgah di sebuah kedai kopi ataupun ketika menjadi salah satu menu sarapan di hotel.

Mengolah makanan memang harus dilakukan, karena mengkonsumsi makanan mentah atau tanpa diolah bisa berbahaya, karena banyak bakteri terdapat pada bahan makanan tersebut yang akan mati jika makanan tersebut diolah, apalagi dengan suhu tinggi yang dianggap bisa membunuh bakteri tersebut.

Namun ternyata mengolah makanan dengan suhu tinggi juga bukan berarti tidak ada risiko, malah penyakit tergolong berat seperti kanker pun bisa timbul akibat dari cara mengolah makanan yang tidak benar. Seperti dilansir CNN pada (24/1/2017), The Food Standard Agency memperingatkan tentang risiko akan penyakit kanker apabila menkonsumsi makanan dengan suhu tinggi, seperti gorengan, roti bakar, kentang yang dipanggang juga makanan yang berbahan dasar tepung lainnya.

Sejak tahun 2002 silam melalui sebuah penelitian mereka telah mengidentifikasi adanya risiko tersebut. Terungkap dalam penelitian tersebut bahwa senyawa acrylamide yang terbentuk akibat proses menggoreng, mengukus atau memanggang makanan berpotensi besar sebagai pemicu kanker. Untuk diketahui senyawa acrylamide adalah senyawa organik sederhana yang berpotensi berbahaya bagi kesehatan.

Senyawa acrylamide dapat terbentuk pada bahan makanan yang berpati, seperti kentang goreng, roti yang dipanggang. Ini dapat terjadi ketika makanan dimasak pada suhu di atas 120 derajat celcius. Kandungan senyawa tersebut dapat dilihat dari perubahan warna makanan menjadi warna cokelat atau keemasan, semakin cokelat makanan tersebut berarti semakin tinggi kadar senyawa acrylamide.

Jadi kita harus waspadai dan hati-hati terhadap gorengan atau roti bakar yang berpenampilan menarik cokelat menggoda karena dalam makanan tersebut terdapat senyawa yang membahayakan kesehatan.