Ponsel 4G Dapat Menyebabkan Gangguan Pada Otak

18-01-2017 11:01:20 By Iwan Inkiriwang
img

JakartaVenune - Masuknya ponsel 4G setahun yang lalu ke Indonesia ternyata membawa dampak yang besar. Selain dampak keuntungan dari sisi bisnis, ternyata juga diikuti oleh dampak negative yang tidak kalah hebat. JV Readers mungkin selam ini tidak menyadari efek yang ditimbulkan oleh ponsel 4G yang kalian pakai. Ponsel 4G memang memiliki kelebihan dalam koneksi internetnya yang super cepat, seperti yang dijanjikan produsen melalui iklan-iklan yang mereka sampaikan selama ini. Namun ternyata dibalik kehebatannya dalam konektifitas jaringan cepat internetnya menghasilkan bahaya yang tidak main-main bagi kesehatan manusia/penggunanya, terutama dampak pada otak kita.

Para peneliti dari kementerian industry dan teknologi Tiongkok pernah melakukan penelitian tentang hal ini seperti yang pernah diberitakan melalui Clinical Neurophysiology Journal, Tiongkok yang melakukan penelitian terhadap dampak sinyal 4G terhadap otak manusia. Penelitian dilakukan pada 18 orang dewasa pengguna ponsel 4G dengan cara memberikan sinyal LTE (Long-Term Evolution) yang merupakan teknologi 4G di dekat telinga sebelah kanan selama 30 menit. Setelah itu otak mereka diperiksa/dinilai dengan menggunakan MRI (Magnetic Resonance Imaging). Pemeriksaan ini dilakukan juga sebelum mereka menjalankan test tadi, untuk melihat reaksi ataupun aktivitas otak. Dan ternyata hasil yang didapat sangat diluar dugaan, yaitu paparan sinyal LTE tadi menyebabkan terjadinya perubahan aktivitas pada otak. Dan yang lebih mengejutkan adalah, bukan hanya otak kanan saja tetapi otak sebelah kiripun ikut berubah aktivitasnya walaupun yang di beri paparan sinyal LTE tadi telinga sebelah kanan.

Dari penelitian diatas para ahli mengambil kesimpulan akan adanya dampak jangka pendek berupa perubahan aktivitas otak akibat sinyal LTE dari ponsel 4G. Dari situ pula peneliti mengambil kesimpulan lanjutan bahwa bila terus menerus mengalami hal demikian bukan tidak mungkin para pengguna ponsel 4G ini akan mengalami penyakit serius, yakni kanker otak. Sungguh mengerikan!

Pada penelitian lain, dengan menggunakan tikus sebagai bahan percobaannya para peneliti di Berkeley juga menggunakan paparan sinyal LTE. Dan hasil yang didapat menunjukan bahwa tikus tersebut mengalami kerusakan DNA, yang dapat berisiko menyebabkan kanker otak. Memang masih dibutuhkan dan dilakukan penelitian lanjutan yang diperkirakan dapat memastikan kebenaran ini secara ilmiahnya. Tapi hasil sementara ini sudah dapat memastikan dampak pendek dari penggunaan ponsel 4G. Jadi JV Readers yang setia, tim Jakartavenue ingin mengingatkan apabila merasakan sesuatu penyakit dikepala harap segera memeriksakan kesehatannya ke dokter, supaya mendapat penanganan yang tepat guna mendeteksi kemungkinan-kemungkinan yang tidak kita inginkan seperti kanker otak!!! (dikutip dari klikdokter.com)