Penyakit Mematikan Ketika Mendaki Gunung

18-01-2017 10:01:17 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue - Mendaki gunung merupakan kegiatan yang menyenangkan, karena aktivitas ini merupakan olahraga sekaligus refreshing. Para pendaki akan merasakan nikmatnya menghirup udara yang sangat bersih jauh dari polusi seperti perkotaan, selain itu juga pemandangan yang bisa dipastikan akan membuat decak kagum atas ciptaan Sang Pencipta.

Perlu diingat bahwa mendaki gunung berbeda dengan keegiatan alam lainnya seperti berkemah atau yang lainnya. Olahraga yang digolongkan sebagai olahraga ekstrem ini memerlukan keahlian khusus. Bagi para pendaki professional tentu sudah sangat paham tentang bagaimana mendaki gunung yang baik dan aman, serta apa saja halang rintang yang akan dihadapi termasuk hal-hal yang dibutuhkan.

Bagi pendaki pemula baiknya tidak menganggap enteng terhadap kegiatan atau olahraga yang satu ini. Memang terlihat sederhana, terus berjalan dari bawah sampai atas (puncak). Tapi kenyataannya tidak sesimpel itu, ada banyak hal yang harus diketahui dan dipelajari. Salah satunya tentang gangguan kesehatan yang bisa dialami oleh siapa saja pada saat mendaki gunung. Dengan mengetahui masalah atau gangguan kita dapat mencegah bahkah mengatasinya.

Berikut adalah gangguan kesehatan pada saat mendaki gunung yang harus diwaspadai karena akan berakibat fatal:

Heat Stroke (Stroke Karena Panas)

Heat Stroke terjadi karena terlalu lama terpapar panas dan penderita tidak dapat mengeluarkan keringat yang cukup untuk menurunkan suhu tubuhnya. Heat Stroke tidak serta merta datang begitu saja, tetapi ada proses yang mendahuluinya. Berawal dari Heat Cramps (keram karena panas) yang diakibatkan oleh kekeringan berlebihan, bila masalah tersebut tidak teratasi akan meningkat menjadi Heat Exhaustion (Kelelahan Karena Panas) yang bisa mengakibatkan kehilangan kesadaran.

Ketika tahap kedua (Heat Exhaustion) tadi tidak juga teratasi barulah Heat Stroke menjangkit yang memiliki resiko tertinggi adalah kematian. Adapun gejala-gejalanya seperti pusing atau sakit kepala, vertigo atau merasa seperti berputar, kulit teraba panas, denyut jantung dan laju pernapasan meningkat, suhu tubuh mencapai 400 - 410 Celcius dan kejang

Penanganan:

  • Buka seluruh pakaian penderita dan pindahkan ketempat yang sejuk
  • Selimuti dengan selimut atau kain yang basah hingga tubuh penderita mencapai suhu 380 Celcius
  • Setelah mencapai cuhu 380 Celcius gantilah selimut yang basah dengan yang kering

Hypotermia (Hipotermia)

Hipotermia termasuk gangguan yang memiliki resiko tinggi bila tidak teratasi karena berakibat kematian. Penyakit ini adalah kondisi tubuh yang gagal menghasilkan panas yang diikuti dengan menurunnya suhu inti tubuh dibawah 350C yang disebabkan kondisi cuaca ekstrem seperti badai, dingin dan berangin. Gejala yang dapat dirasakan adalah, tubuh menggigil dan terasa lemas, muka pucat dan kulit kering, kebingungan atau bersikap tidak wajar, pingsan, napas pelan juga pendek, denyut nadi melemah.

Jika gejala-gejala tidak teratasi, maka kondisi akan terus menurun diikuti juga suhu tubuh semakin rendah hingga mencapai 270C dimana bola mata tidak lagi merespon gerakan cahaya, lalu suhu tubuh turun hingga 260C yang ditandai dengan koma sampai berujung kematian pada suhu tubuh 200C.

Penanganan Hipotermia:

  • Buatlah penderita terus tersadar, jangan biarkan tertidur
  • Beri minuman yang hangat dan manis
  • Beri pakaian yang kering
  • Lindungi penderita dari hembusan angin
  • Jangan baringkan penderita diatas tanah langsung, gunakan matras sebagai alas
  • Masukkan penderita ke kantong tidur yang dipanaskan terlebih dahulu agar tubuh terbantu dalam menghasilkan panas
  • Masukkan botol atau kantong yang diisi air hangat kedalam kantong tidur untuk data memanaskan kantong tidur
  • Apabila tidak membawa kantong tidur, bantulah dengan memeluknya bersama-sama teman yang lain
  • Jika penderita sudah sadar segera beri makanan dan minuman hangat dan manis. Untuk makanan yang efektif membantu tubuh menghasilkan panas dari dalam adalah bawang putih.

Hipoksia

Hipoksia adalah kondisi dimana jaringan tubuh kekurangan oksigen yang diakibatkan karena perbedaan ketinggian. Pada kasus yang fatal bisa mengakibatkan koma bahkan kematian. Gejala yang timbul adalah, kesulitan bernapas, mengantuk, sangat lelah, sakit kepala, warna kulit membiru, penurunan penglihatan juga sensorik lainnya, tubuh berkeringat dingin. Jika kondisi tersebut berlanjut tanpa teratasi bisa terjadi koma dan meninggal.

Penanganan Hipoksia:

  • Penderita harus segera diberi pasokan oksigen, maka itu baiknya bawalah oksigen ketika akan mendaki
  • Jika berada di ketinggian maka cepatlah untuk membawa turun ketempat yang lebih rendah agar mudah mendapatkan oksigen