Vicky Sianipar: Tunjukin Aja karya Lo!

17-01-2017 11:01:41 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue - Perkembangan musik Indonesia mengalami kemajuan yang pesat. Pergerakan positif tersebut terlihat dari makin banyaknya bermunculan penyanyi ataupun grup baru berkualitas dengan genre yang bervariatif pula. Banyaknya macam jenis music yang naik ke permukaan juga membuktikan bahwa musik dan musisi Indonesia tidak hanya terpaku pada permainan industri yang menggiring pada satu alur saja.

Memang sepertinya industri musik terlalu memainkan peran bisnis yang sangat kuat hingga akhirnya karya-karya yang dihasilkan terkesan dipaksakan pada satu jenis music atau satu warna dengan alasan mengikuti pasar atau masyarakat, padahal jika sebuah karya tersebut “dilempar” ke masyarakat tidak tertutup kemungkinan akan diterima.

Maka itu tidak heran bila genre-genre musik yang bervariatif tersebut timbul bukan dari major label atau perusahaan rekaman besar yang sudah mapan tetapi lewat indie label yang biasa disebut label idealis. Disebut (label idealis) demikian karena label-label indie lebih memperjuangkan musik atau karya dari para musisi tanpa diintervensi kepentingan bisnis. Dan hebatnya ketika artis indie tersebut telah “meledak” barulah label-label besar memburu sang artis untuk merekrutnya.

Terlepas dari major label yang menjalankan alur bisnisnya sehingga terkesan menyisihkan musisi dengan genre tertentu dan mengangkat musisi dengan genre yang lain. Paling penting dalam membangun karir bermusik adalah fokus dan selalu berkarya, tidak perlu menyoalkan major label atau indie label. Seperti yang disarankan seorang penyanyi, musisi, komposer dan juga pemilik sebuah sekolah musik terkenal di Jakarta, Vicky Sianipar, bahwa sebuah grup atau solo harus berani menjadi diri sendiri jangan berpatok kepada label sebagai tolak ukur kesuksesan di dunia musik dan juga bagaimana untuk menjadi diri sendiri.

“Jika ingin maju dan bertahan dalam karir bermusik terpenting adalah pertama terus berkarya, kedua perbanyak referensi agar banyak masukan sehingga nantinya akan timbul sesuatu yang baru dan original, ketiga fokus, keempat menjadi diri sendiri yang tidak memaksakan karya mereka demi raihan bisnis, dari semua itu disimpulkan don’t blame equipment, don’t blame market, don’t blame the label. Jadi tunjukin aja karya lo” papar Vicky.