Perayaan dan Makna Imlek 2017

15-01-2017 12:01:11 By Iwan Inkiriwang
img

Jakartavenue - Sebentar lagi etnis Tionghoa akan merayakan Imlek (tahun baru Chinese), tak terkecuali para etnis Tionghoa di Indonesia. Semenjak Imlek masuk dalam kalender libur nasional (saat Gus Dur Presiden), semakin menandakan ke-Bhineka Tunggal Ika-an di Indonesia yang notabenenya mayoritas muslim. Seperti halnya perayaan Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru kabisat….Imlek juga selalu dirayakan dengan kemeriahan. Nuansa merah dan hiasan angpao di pohon sakura akan mudah dan banyak terlihat di pusat-pusat perbelanjaan modern/mal. Namun apa sih Imlek itu sebenarnya? Perayaan agama atau tradisikah?

Menurut beberapa sumber yang tim JakartaVenue rangkum, inilah sedikit penjelasan yang bisa kita ketahui mengenai Imlek. Imlek adalah perayaan tahun baru menurut tradisi dan kalender bangsa China, yang jatuh pada tanggal 1 bulan pertama pada penanggalan China. Imlek dirayakan selama kurang lebih 2 minggu (14 hari) sampai tanggal 15 yang diakhiri dengan perayaan Cap Go Meh (bertepatan dengan bulan purnama).

Di Indonesia sendiri ada beragam tradisi yang dilakukan saat merayakan Imlek, diantaranya dengan makan bersama keluarga besar, pertunjukan liang liong dan barongsai ditempat umum, bagi-bagi hung bao (angpao), serta mengucapkan Gong Xi Fat Cai. Bagi anak-anak kecil perayaan Imlek yang sangat ditunggu adalah tradisi bagi-bagi angpao. Sementara ucapan Gong Xi Fat Cai mengandung makna “Selamat dan Smoga sejahtera” dan pengharapan untuk tahun selanjutnya.

Disamping tradisi diatas, bagi para penjual atribut dan perlengkapan Imlek ini menjadi saat mengais rejeki tahunan. Biasanya berlaku pada penjual baju Imlek berwarna merah, hio, lilin besar, dan ikan bandeng yang juga salah satu makanan khas saat perayaan Imlek.