Awas! Selfie Pose 2 Jari Berbentuk 'V' Sangat Berbahaya

14-01-2017 08:01:46 By Iwan Inkiriwang
img

JakartaVenue - Fenomena selfie begitu kental terasa saat ini. Tidak pandang usia, jenis kelamin, status sosial, ataupun keadaan dan situasi. Apabila dirasa ada moment yang bagus, maka berselfie tidak boleh terlewatkan atau di sia-siakan begitu saja. Mungkin demikian gambaran yang bisa kita dapat bila melihat orang ber-selfie, karena jika sudah begitu maka mereka biasanya tidak akan menghiraukan situasi sekitar lagi. Namun patut diingat nih JV Readers sekalian, bahwa sudah banyak kejadian yang membawa maut akibat ber-selfie. Bahkan bukan cuma itu saja, ternyata beberapa pose ber-selfie juga dapat mengakibatkan hal negatif lain yang dapat merugikan kita tanpa kita sadari sebelumnya.

Salah satu contoh pose selfie yang sangat berbahaya dan dapat merugikan kita adalah pose selfie dengan menggunakan dua jari berbentuk V (victory/peace). Munkin bagi mereka yang suka dengan pose/gaya ini akan terdengar tidak masuk akal atau mengada-ada. Tetapi menurut seorang ahli di China, selfie dengan pose menggunakan dua jari berbentuk V ini dapat membahayakan kita dari kejahatan cyber atau Hacker. Dan hal ini tidak kita sadari sebelumnya, sampai ketika kita sadari mungkin hal ini sudah terlambat.

Nah, ahli dari China yang juga adalah seorang pihak berwenang di sana mengatakan bahwa sudah ada beberapa kejadian disana akibat dari selfie dengan pose tersebut. Dijelaskan bahwa para penjahat cyber/ hacker bisa mengcopy sidik jari dari mereka yang berpose demikian, bahkan walaupun jaraknya cukup jauh (sekitar 3 meter). Pencurian identitas dengan sidik jari inilah yang dianggap membahayakan tanpa kita sadari, apalagi menyangkut keamanan diri dan financial kita.

Dari sebuah penelitian pada tahun 2014 lalu, seperti di lansir dari GizmoChina dan dikutip dari KompasTekno bahwa seorang ahli keamanan Jerman yang bernama Jan Krissler berhasil melakukan tiruan digital sidik jari menteri pertahanan Jerman yang berasal dari sebuah acara konferensi pers yang dihadiri sang menteri. Saat sesi foto sang menteri berpose dengan menggunakan jari berbentuk V (peace/damai). Lalu dengan menggunakan software komersil, Jan berhasil membuat tiruan sidik jari sang menteri tersebut.

Jika hal ini dilakukan oleh orang atau pihak yang tidak betanggung jawab seperti para penjahat cyber/hacker, maka hal ini dapat membahayakan sekali. Karena bukan hanya data pribadi saja, tapi keamanan kitapun bisa diretas dengan mudah oleh mereka (penjahat cyber). Terlebih jika orang itu seorang menteri atau pejabat penting negara. Jadi JV Readers, dengan penjelasan ini tim JakartaVenue berharap kita dapat berhati-hati saat akan berpose selfie. Jangan sampai maksud kita bersenang-senang dengan moment special, malah jadi merugikan kita nantinya!!!