Ketika Pegawai Atau Rekan Kerja Berhenti, Apa Solusinya?

31-12-2016 11:12:48 By Iwan Inkiriwang
img

Jakartavenue, 31-12-2016 - Sebuah jenis usaha atau perusahaan yang baru mulai melangkah dan bergerak memiliki lima orang pegawai bersiap melakukan program usaha perdana mereka. Namun ketika persiapan menjelang akhir atau tiba di hari saat peluncuran tiba-tiba seorang pegawainya menyatakan mundur dan keluar dari perusahaan tersebut, dengan alasan sudah diterima di perusahaan lain. Hal ini pasti membuat sang pemimpin perusahaan terkejut bagaikan mendengar petir di siang hari. Perasaan kesal, sedih , dan takut sudah bercampur jadi satu. Mungkin kata-kata yang terucap dari sang pimpinan seperti ini; Ada apa sebenarnya? Kenapa mendadak sekali? Apa kamu tidak sadar perusahan baru mau eksist?....dan sebagainya.

  JV Readers yang bijaksana, ada satu hal yang patut kita sadari dan ketahui apabila kita akan menjalani sebuah usaha dan merekrut pegawai. Yaitu adalah fakta bahwa,” Tidak semua orang yang menjadi pegawai akan berkomitmen akan bekerja seumur hidup untuk sang pemimpin.” Untuk hal ini sebenarnya ada sebuah langkah yang bisa digunakan sebagai pedoman awal sebuah usaha sebagai langkah antisipasi, yakni mendengar masukan, buat catatan pengetahuan resmi, lalu bagaimana membuat tim yang bahagia.

  Bagi sebuah perusahaan yang baru bergerak dalam usahanya atau startup early stage kejadian ketika seorang pegawainya mengundurkankan diri adalah suatu kehilangan besar. Seperti kita ketahui bahwa sumber daya manusia (SDM) adalah modal pokok atau asset berharga bagi sebuah usaha. Tanpa sumber daya manusia yang mumpuni mustahil sebuah usaha dapat maju apalagi sukses. Perusahaan yang punya modal besarpun belum tentu dapat berkembang bila SDM nya tidak mendukung, sebab persaingan dan daya saing sebuah usaha terletak pada SDM yang available disamping modal dan produk yang mampu bersaing dipasaran.

Lantas bagaimana menyikapi permasalahan diatas tersebut? Berikut tim JakartaVenue akan mengulas beberapa solusi berdasarkan data dari berbagai sumber yang bisa dijadikan pedoman disaat seorang pemimpin perusahaan menghadapi situasi demikian, yakni:

  Tugas yang membuat tim menyukai pekerjaan mereka

  Banyak pemilik, pemimpin, atau founder sebuah perusahaan kurang memahami hal ini ketika memulai usaha mereka. Seperti sudah dikatakan diatas bahwa tidak ada yang dapat melarang atau menghalangi seorang karyawan/pegawai untuk pindah dari tempat dia bekerja. Bagaimana membuat agar mereka betah atau loyal terhadap perusahaan? Yang petama dan terutama adalah bukan dengan memberi gaji yang besar, tetapi komunikasi dua arah antara pemimpin dan pegawai tentang bagaimana, dengarkan, dan lakukan apa yang mereka utarakan. Bertanya mengenai hidup, target/goal, dan tantangan apa yang mereka ingini. Hal-hal apasaja yang ingin mereka capai bukan dalam satu hari atau seminggu tetapi satu tahun, lima tahun, atau sepuluh tahun kedepan. Kemudian dengarkan dan pikirkan langkah apa yang akan anda perbuat untuk membantu target/goal mereka, lalu terakhir lakukan secara bersama-sama.

  Melindungi startup/perusahaan pasca terjadi ketidakselarasan dalam tim

  Setelah langka diatas, apabila terjadi seorang pegawai yang mengundurkan diri atau keluar usahakan jangan merekrut atau mengambil pegawai baru. Mungkin hal ini tidak lazim, disaat perusahaan/tim memiliki segudang program atau goal sedang talenta atau SDM yang ada terbatas. Lalu apa yang harus kita lakukan? Jika sebuah pekerjaan hanya bisa dilakukan oleh satu orang saja, berarti ini menjadi sebuah ketergantungan dan dapat menjadi masalah besar dikemudian hari. Sebagai pemimpin yang bijaksana dan mengerti dengan kemampuan timnya, maka yang harus dilakukan adalah buat catatan resmi saat perusahaan masih di level early stage (tahap awal) mengenai kemampuan masing-masing anggota tim yang ada, yang dapat memback-up dua sampai tiga pekerjaan dengan hasil yang maksimal. Dengan begitu ketika terjadi seorang pegawai atau anggota tim terbaik mengundurkan diri sang pemimpin ataupun tim tidak panik atau kesulitan.

  Mendukung apapun dan dimanapun yang pegawai anda lakukan

  Setelah anda memiliki sebuat tim yang solid, jangan lupa pertahankan dan perhatikan setiap perkembangan yang ada. Jangan lupa perhatikan juga keluhan-keluhan mereka seputar pekerjaan, dan memberi reward apabila hasil yang dicapai maksimal dan memuaskan. Hal ini dapat membuat mereka merasa dihargai, diperhatikan, dan membuat mereka bahagia bekerjasama dengan anda. Hal ini dapat mencerminkan sikap dan penilaian anda sebagai CEO ataupun manusia yang sukses karena dukungan dari pegawai atau tim yang begitu percaya pada anda adalah sebuah jaminan perusahaan yang anda pimpin akan maju dan berkembang pesat. Hal ini karena bawahan/ pegawai anda merasa bahwa bukan perusahaan atau anda saja yang maju, tapi merekapun bisa maju dan berkembang bersama anda sesuai dengan impian dan harapan mereka.

  Apabila suatu saatpun mereka mundur, tunjukan respek anda dengan mendukung keputusan mereka dengan cara yang baik. Doakan dengan tulus agar ditempat yang baru merekapun dapat sukses/lebih sukses. Karena anda sudah mengantisipasi hal ini pada saat melakukan perekrutan pertama kali. Jadi anda tidak perlu panic malah dapat berbesar hati apabila suatu saat pegawai terbaik anda mundur diri.(bbs)