Menangis Memberi Dampak Positif Bagi Tubuh dan Mental

30-12-2016 12:12:06 By Iwan Inkiriwang
img

Jakartavenue, 30-12-2016 - Hidup ini penuh dengan warna, kira-kira begitulah menurut pendapat banyak orang. Warna yang dimaksud disini adalah berbagai macam problem dan keadaan yang sering atau selalu menemani dalam hidup seseorang seperti suka dan duka. Keadaan adalah faktor yang paling dominan dalam menggambarkan warna-warni kehidupan seseorang selama didunia. Sebagai contoh ada keadaan disaat seseorang senang, sedih, gembira, terharu, susah, dan sebagainya. Dan yang paling sering kita temui adalah saat seseorang dalam keadaan susah, disamping susah dalam hal ekonomi dan keuangan adalah susah hati atau sedih. Biasanya dalam keadaan ini banyak orang akan mengeluh bahkan sampai menangis karena meratapi takdir dan nasib.

JV Readers yang budiman, tim JakartaVenue akan mengulas sedikit tentang menangis dari sisi kesehatan yang dapat berpengaruh bagi mental atau kesehatan bathin maupun psikologi seseorang. Biasanya menangis identik dengan wanita atau yang berbau feminism, walaupun tidak sedikit kaum pria juga sering mengalami hal ini. JV Readers, jika kita mendengar kata menangis pastinya konotasi dan persepsi kita adalah cengeng atau manja. Namun ternyata persepsi dan penilaian kita akan hal itu selama ini tidaklah absolut benar, karena menangis, tertawa, sedih, dan hal-hal yang lain tidak bisa kita atur atau kita rencanakan. Tetapi kebanyakan semuanya datang dengan tiba-tiba atau spontan tanpa rekayasa sama sekali. Nah dalam dunia kesehatan pun hal ini dipertegas baik secara fisik maupun psikologi/kejiwaan.

Menurut penelitian banyak ahli kedokteran maupun psikiater, secara mental dan kejiwaan menangis sangat baik bagi kesehatan mata (fisik) dan mental (kejiwaan) seseorang, seperti penjelasan sebagai berikut:

Melepas ketegangan

Jika kita melihat banyak wanita yang tidak selalu terlihat cemberut dibanding dengan rekan-rekan pria mereka, karena wanita lebih sering melepaskan ketegangan mereka dengan menangis. Hal ini pula yang mungkin menyebabkan wanita hidup lebih lama. Faktor inilah yang membedakan pria dengan wanita, yaitu dimana wanita lebih mudah melepaskan ketegangannya dengan menangis dibanding pria yang lebih suka menahan ketegangan karena takut dibilang cengeng.

Membersihkan kotoran pada mata

Alasan kedua saat menangis adalah membersihkan kotoran pada mata. Mungkin hal ini sedikit terdengar aneh, tapi benar pada kenyataannya. Karena bila kita menangis dan mengeluarkan air mata, maka kotoran yang ada pada mata kita akan ikut terbawa keluar. Disamping itu air mata juga dapat menjaga kesegaran mata dari kekeringan.

Melindungi mata dari bakteri

Bila kita sering bepergian dan mengendarai motor, mata kita akan mudah dan rawan terkena debu dan bakteri. Air mata kita akan berfungsi melindungi dan menjaga mata dari serangan debu dan bakteri tersebut, karena mata memiliki cairan lisozim yang dapat membunuh bakteri kurang dari 5 menit.

Mengurangi tekanan dan rasa sakit

Menangis dapat membantu mengurangi tekanan dan rasa sakit karena emosi dan berbagai hal serta membantu mengekspresikan diri. Sehingga dapat mengurangi beban seketika dan memberi kekuatan dalam ekspresi sesudahnya.

Meningkatkan Mood

Seseorang yang menangis dapat mengurangi depresi yang dialami dan meningkatkan moodnya kembali. Bahkan bukan cuma itu air mata saat menangis diyakini dapat mengurang stress juga.

Mengeluarkan racun

Menurut seorang ahli biokimia, William Frey menangis adalah salah satu cara tubuh kita mengeluarkan racun yang ada didalam tubuh. Karena emosional juga diyakini mengandung racun yang harus segera dikeluarkan.

Jadi JV Readers apabila suatu saat kita mengalami sesuatu masalah yang berat, jangan takut untuk menangis. Karena menangis bukan berarti kita cengeng, melainkan sebuah proses dan reaksi tubuh untuk mengeluarkan racun, stress, bakteri, dan emosi kita guna membangkitkan kembali mood, ekpresi diri, keyakinan, serta menjaga kesegaran mata kita.