22 Desember: Sejarah Hari Ibu Nasional

22-12-2016 04:12:35 By Rasyid Hadi
img

JakartaVenue - Ibu merupakan satu sosok feminis luar biasa yang hadir dalam kehidupan kita. Tidak hanya menahan beban saat mengandung dan rasa sakitnya saat melahirkan, seorang ibu akan selalu siap menjadi pelindung anak anaknya sampai akhir hayat. Hingga fisik tidak mampu, seorang ibu akan terus menjaga anak anaknya walau hanya lewat satu kalimat doa agar anak anak dan keluarganya tetap selamat dari ancaman dan bahaya apapun. Untuk mengenang jasa seorang ibu dan juga merayakan semangat wanita Indonesia dan untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, maka hari ini tanggal 22 Desember dijadikan sebagai hari ibu nasional.

Hari Ibu di Indonesia berawal dari ulang tahun hari pembukaan Kongres Perempuan Indonesia yang pertama, 22-25 Desember 1928. Kongres ini diselenggarakan di sebuah gedung bernama Dalem Jayadipuran, yang kini merupakan kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional di Jalan Brigjen Katamso, Yogyakarta. 

Kongres ini dihadiri sekitar 30 organisasi wanita dari 12 kota di Jawa dan Sumatra yang kemudian melahirkan terbentuknya Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Di Indonesia, organisasi wanita telah ada sejak 1912, terinspirasi oleh pahlawan-pahlawan wanita Indonesia pada abad ke-19 seperti Kartini, Christina Martha Tiahahu, Cut Nyak Meutia, Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan, dan lainnya namun belum bergerak secara organisasi dan berjuang bersama sama dari berbagi daerah menjadi satu.. Kongres dimaksudkan untuk menyatukan dan meningkatkan hak-hak perempuan di bidang pendidikan dan pernikahan.

Peringatan Hari Ibu pada tanggal 22 Desember baru ditetapkan pada Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Secara resmi tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu oleh Presiden Soekarno melalui melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 menetapkan bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga saat ini. Awalnya peringatan hari ibu di tujukan untuk mengenang para pahlawan wanita atau para srikandi besar yang ikut berjuang dan ikut andil besar serta terlibat dalam upaya bangsa kita melepaskan diri dari para penjajah. Namun seiring dengan waktu yang terus berjalan di era zaman modern ini , seolah hari Ibu hanya melbatkan hubungan anak dan ibunya.

Tidak ada ketulusan, setulus cinta seorang ibu, dan tidak ada seorang yang mau melakukan pengorbanan sebesar pengorbanan seorang Ibu terhadap anaknya. Meski kita tak akan pernah bisa membalas jasa ibu, setidaknya dalam hari Ibu kali ini, kita bisa melakukan  hal kecil untuk membuatnya tetap merasa bahagia, yaitu dengan kehadiran,  cinta, perhatian, dan doa dari anaknya. Selamat hari ibu Guys!