Identik dengan Natal, Ini sejarah Pohon Natal

22-12-2016 02:12:50 By Addo Richard
img

JakartaVenue - Salah satu hal yang identik dengan perayaan Natal adalah Pohon Natal. Namun, hal yang menarik untuk dikupas adalah, sejarah asal usul korelasi antara pohon cemara dan perayaan Natal. Ada beberapa versi yang menceritakan sejarah pohon Natal tersebut, namun ada 2 diantaranya yang cukup mendasar, antara lain:

Santo Bonifacius

Menurut sebuah legenda, rohaniawan Inggris bernama Santo Bonifasius yang memimpin beberapa gereja di Jerman dan Perancis dalam perjalanannya bertemu dengan sekelompok orang yang akan mempersembahkan seorang anak kepada dewa Thor di sebuah pohon ek. Untuk menghentikan perbuatan jahat mereka, secara ajaib Santo Bonifasius merobohkan pohon ek tersebut dengan pukulan tangannya. Setelah kejadian yang menakjubkan tersebut di tempat pohon ek yang roboh tumbuhlah sebuah pohon cemara.

Martin Luther

Cerita lain mengisahkan kejadian saat Martin Luther, tokoh Reformasi Gereja, sedang berjalan-jalan di hutan pada suatu malam. Terkesan dengan keindahan gemerlap jutaan bintang di angkasa yang sinarnya menembus cabang-cabang pohon cemara di hutan, Martin Luther menebang sebuah pohon cemara kecil dan membawanya pulang pada keluarganya di rumah. Untuk menciptakan gemerlap bintang seperti yang dilihatnya di hutan, Martin Luther memasang lilin-lilin pada tiap cabang pohon cemara tersebut.

Pohon cemara yang sebenarnya tidak ada hubungan dengan hari raya natal atau kelahiran Yesus ini awal mulanya berasal dari kebudayaan kuno di Eropa, tepatnya di Jerman. Terdapat beberapa legenda atau cerita yang beredar di kalangan umat Kristiani mengenai asal mula pohon Natal. Di negara barat yang memiliki empat musim, natal jatuh pada musim dingin di mana semua pohon rata-rata mati atau menggugurkan daunnya.

Uniknya, di saat semua pohon mati, hanya pohon cemaralah yang tetap bertahan hidup. Tidak hanya itu, daunnya di tengah musim dingin yang hebat pun masih tetap hijau. Ia tetap tumbuh dan bertahan menghadapi dinginnya salju yang mengigit atau ketika tidak ada sinar matahari yang menyinarinya. Karena pohon cemara tetap kuat di segala musim maka ia dilambangkan sebagai Evergreen, hidup kekal.