Punahnya Permainan Tradisional Rakyat

21-12-2016 05:12:23 By Iwan Inkiriwang
img

JakartaVenue - Kemajuan teknologi banyak berimbas pada hilangnya beberapa kebudayaan dan permainan tradisional Indonesia. Ditambah lagi yang paling parah adalah hilangnya kreatifitas dan kemampuan bersosialisasi  dikalangan anak-anak Indonesia. Mengapa demikian? Dengan kemajuan teknologi seorang anak dimanjakan dan terbiasa menjadi seorang penyendiri. Hal ini karena hampir sebagian besar anak-anak ini sudah mendapatkan mainan dalam bentuk jadi dan dapat dimainkan sendiri, tanpa harus berbaur dengan teman-teman sebaya.

Lain halnya dengan anak-anak zaman 1990an ke bawah, dimana mereka berbaur bersama teman bermain dan belajar. Hal ini dapat menumbuhkan sifat yang bersosialisasi dan sikap kreatif yang positif. Contoh permainan tradisional yang membangkitkan nilai-nilai positif antara lain:

Permainan meriam bambu

Permainan yang biasanya dimainkan saat menjelang puasa atau bulan puasa ini tebuat dari bambu berlubang besar yang diisi karbit kemudian disulut api. Suara meriam ini sangat keras dan bisa berjarak 1 – 2 km. Saat ini mungkin hanya tinggal sedikit daerah saja yang masih memainkan permainan ini.

Mobil-mobilan dari kulit jeruk bali

Ini adalah permainan anak-anak usia sekitar 4 tahunan, yang terbuat dari kulit jeruk bali yang tebal dan di bentuk menjadi mobil-mobilan dengan ban juga dari bahan yang sama tapi menggunakan batang lidi atau bambu.

Permainan Gasing

Permainan yang menggunakan alat yang berbentuk seperti UFO ini sudah dimainkan sejak jaman kuno. Dengan menggunakan seutas tali untuk memainkan ini, dan pastinya diperlukan juga keterampilan khusus.

Permainan Engklek

Permainan yang biasa dimainkan saat istirahat sekolah ini bisa dimainkan sekitar 4 – 6 orang anak. Dengan menggunakan kotak-kotak yang di gambar pada bidang tanah berjumlah Sembilan kotak dan dimainkan secara bergantian.

Permainan Bentik atau Gatrik

Pada permainan ini alat yang digunakan sangat sederhana, yaitu berupa dua buah tongkat panjang dan pendek. Cara memainkannya adalah dengan membuat lubang terlebih dahulu ditanah atau dengan menggunakan dua buah batu untuk menaruh tongkat yang pendek lalu dipukul, apabila pihak lawan dapat menangkap langsung maka pihak yang memukul akan diberi hukuman.

JV Readers yang setia, permainan diatas hanyalah sedikit dari contoh permainan tradisional yang nyaris punah terimbas oleh kemajuan teknologi saat ini. Sebenarnya banyak sekali permainan rakyat atau tradisional yang sekarang ini nyaris tidak dikenal oleh anak-anak kita, kecuali mereka membaca buku atau dari sekolah. Sungguh miris bukan?