Jenis Man Dress Shoes yang Wajib Kamu Tahu

19-12-2016 12:12:08 By Rasyid Hadi
img

JakartaVenue - Style berpakaian pria mungkin tidak sebebas dan seberagam wanita. Banyak pria memilih bergaya simple, apa adanya, dan senyaman mungkin. Bahkan jika seorang pria berada di titik nyaman, sampai using pun tidak akan merubah gaya berbusananya. Karena alasan seperti itulah seorang pria biasanya dicap kurang stylish atau kurang fashionable.

Kamu para pria tidak perlu takut untuk merubah pandanganmu terhadap berbusana. Bergaya casual ala gentleman mungkin menjadi pilihan kebanyakan pria dewasa. Tidak perlu berdandan berlebihan untuk bisa menampilkan kesan manly, salah satunya kamu dapat berpenampilan secara wajar dan kasual.

Salah satu yang bisa kamu lakukan adalah tepat dalam memilih sepatu. Tidak hanya baju, sepatu pun menjadi penilaian yang lumayan mutlak dimata fashion. Apalagi kamu dihadapkan suatu momen memaksa untuk tampil lebih formal, atau dituntut mengikuti aturan dress code. Pilihannya antara dua, malas datang, atau terpaksa datang dengan sepatu yang itu-itu lagi.

Untuk itu JakartaVenue akan memperkenalkan beragam jenis-jenis Dress Shoes pria, agar kamu tidak mati gaya saat acara smart casual (semi formal) sampai formal. Ada sepatu yang berkarakter formal seperti Oxford shoes atau wingtips, ada juga sepatu yang berkarakter santai namun tetap menjaga kesan lugas pada seorang pria seperti moccassin atau boat shoes.

The Oxford Balmoral Shoes

The Oxford Balmoral Shoes  adalah jenis sepatu paling standar di saat berpakaian formal. Bentuknya mudah dikenali karena memang paling umum digunakan. The Oxford Balmoral Shoes memiliki bagian yang tertutup seluruhnya dengan model seperti topi dan bentuk jaring tali yang rapat. Sepatu model ini menggunakan tali untuk mengencangkan sepatu dimana bagian kulit tempat tali sepatu dijahit dibawah bagian toe.

The Derby and Blucher Shoes

The Blucher atau Derby terkadang disamakan dengan dengan Oxford shoes, namun perbedaannya justru terletak pada model lacing yang lebih lebar. Inilah yang membuat the Derby and Blucher terlihat lebih kasual namun tetap nampak formal. Desain fisik sepatu ini pun lebih ramping dibandingkan dengan Oxford shoes yang bersiluet tegas. Derby and Blucher shoes, baik yang polos atau memiliki brogued cap di depan dan sampingnya. Desain fisik sepatu ini pun lebih ramping dibandingkan dengan Oxford shoes yang bersiluet tegas, Blucher juga tidak bisa dipadukan dengan busana yang terlalu formal seperti tuxedo.

The White Buck Dress Shoes

Sepatu ini masih berada dalam satu famili dengan Oxford shoes. Yang membedakan adalah bahan dasarnya yang terbuat dari white bucksin atau kulit rusa. Tekstur kulitnya terasa kasar dan kaku dan cenderung lebih berwarna krem cerah. Di negara lain, sepatu model ini umum dipakai saat musim panas tiba. Warnanya yang terang sering dipadankan dengan kemeja berbahan linen dan celana chinos serta dipadukan juga dengan blazer warna pastel.

The Wing-Tip Shoes

Sepatu Wingtip memiliki pola di bagian atas sepatu dari ujung jari ke bagian tengah, lalu terbelah dia ke kiri dan ke kanan dengan bentuk menyerupai sayap. Sepatu Wingtip merupakan jenis sepatu yang sangat populer bagi Pria. Namun terkadang ada pula wanita yang mengenakan sepatu jenis ini jika memang sedang tren. Sepatu Wingtip biasanya memiliki lebih dari satu corak warna. Namun ada juga sepatu Wingtip yang hanya memiliki satu warna saja. Asalkan memiliki pola yang berbentuk sayap, sepatu tersebut bisa digolongkan sebagai Wingtip. Alur wing-tip pada sepatu ini dibentuk dengan titik-titik kecil mengikuti pola wing-tip-nya yang juga disebut broguing. Jenis sepatu wingtip cocok dikenakan dengan setelan jas, celana bahan, atau kemeja.

The Desert Boots

Jenis sepatu ini dikenal juga dengan nama chukka boots. Nama ‘chukka’ diambil dari jenis permainan polo. Chukka boot kemudian dikembangkan oleh tentara Inggris di Western Desert Campaign saat Perang Dunia II dan lahirlah desert boots. Model sepatu ini berbentuk semi boot yang tingginya sedikit di atas mata kaki dengan 2 atau 3 lubang tali sepatu. Desert boots biasanya terbuat dari kulit sapi muda (calfskin) atau suede, walaupun tidak menutup kemungkinan produsen sepatu membuatnya dari bahan lain seperti kulit buaya atau kanvas.

The Monk-strap Shoes

Jenis sepatu ini sangat mudah dikenali di manapun ditemui. Ciri khas dari sepatu jenis monk strap tentu saja dari detail buckle metalik dan leather strap di bagian atas sebagai pengganti tali sepatu. Monk strap shoes memiliki beberapa jenis, kebanyakan desainer yang mengeksplor gaya tradisional ini bukan hanya satu tali tapi juga sampai dua atau tiga tali, yang paling umum adalah single monk strap dan double monk strap. Perbedaannya hanya terletak pada jumlah strap yang melilit di bagian atas sepatu tersebut. Tidak ada peraturan yang mengikat jika ingin menggunakan monk strap shoes, dalam suasana santai atau formal sepatu ini tetap dapat digunakan.

The Loafer

Loafer adalah jenis sepatu yang tampil keren, baik ketika dalam busana resmi, kasual, maupun yang lebih formal lagi. Loafer memiliki banyak varian namun tetap berprinsip dalam satu pakem mode: slip-on shoes. Berapa jenis antara lain driving moccasins, deck loafers, atau penny lovers. Ide dibuatnya loafer adalah untuk kemudahan pemakaian, tanpa harus risih mengikat tali atau mengencangkan belt saat menggunakan sepatu.