Galeri Indonesia Kaya Persembahkan 'Nyanyi Nusa-Nusa' Oleh Duo Ubiet dan Dimawan

18-12-2016 11:12:05 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue - Menjelang libur akhir tahun, Galeri Indonesia Kaya bersama Ubiet dan Dimawan mempersembahkan sebuah sajian yang bertajuk ‘Nyanyi Nusa-Nusa’, Sabtu (17/12) kemarin di Auditorium Galeri Indonesia Kaya. Nyak Ina Raseuki atau akrab yang disapa Ubiet, bersama Dimawan Krisnowo Adji seorang pemain Cello, akan berkolaborasi menjelajah bunyi-bunyian gabungan vokal dan cello. 

“Pada hari ini, duo Ubiet dan Dimawan hadir di Galeri Indonesia Kaya untuk mengajak penikmat seni melalui alunan musik yang fokus dan terinspirasi penjelajahan mereka pada nyanyian Nusantara, terutama nyanyian Kepulauan Timur Indonesia. Pertunjukan yang dikemas secara modern ini memberikan sajian yang menghibur dan tentunya dapat menumbuhkan rasa cinta budaya terhadap seni budaya asli Indonesia,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Pertunjukan Nyanyi Nusa-Nusa yang berlangsung selama 60 menit ini dibuka dengan lagu Togaltu dan kemudian dilanjutkan dengan Landutu, Heleletu, Katrejitu, dan ditutup dengan Oras Loron Malirin.

“Indonesia memiliki ribuan jenis musik, mulai dari gamelan, gondang, kroncong hingga musik hybrid masakini seperti pop dan dangdut. Keberagaman tersebut menginspirasi kami untuk melakukan eksplorasi berbagai nyanyian Timur Nusantara, yang kemudian diselaraskan dengan konteks masakini, untuk dapat diapresiasi oleh pendengar. Melalui Nyanyi Nusa-Nusa, kami berharap lebih banyak masyarakat Indonesia khususnya generasi muda yang mengenal dan menghargai Indonesia dengan berbagai konteks keberagamannya pada umumnya, maupun musik-musik Nusantara pada khususnya,” ujar Ubiet dalam pertunjukannya hari ini di Galeri Indonesia Kaya.

Ubiet adalah pesuara dan penyigi musik yang sering terlibat dalam berbagai pementasan maupun rekaman dengan pemusik dan seniman lintas genre. Album-album yang telah dikeluarkan antara lain, Archipelagongs (1999), Music for Solo Performer: Ubiet Sings Tony Prabowo (2006), Ubiet dan Keroncong Tenggara (2007), Komposisi Delapan Cinta (2011), dan yang mutakhir Duo Ubiet & Dian HP: Dedendangan, yang menafsir ulang musik Melayu dan pernah dipentaskan di Berlin, Jerman pada awal Mei 2016.