Museum Seni Rupa dan Keramik Bukan Hanya Menyimpan Sejarah

18-12-2016 03:12:22 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue - Berkeliling kota Jakarta mempunyai pengalaman tersendiri pastinya, apalagi jika kita memasuki kawasan yang terdapat bangunan-bangunan bersejarah. Dalam kepala kita pasti terlintas tentang bagaimana bangunan tersebut pada masanya dan juga dengan kehidupan masyarakat pada saat itu. JakartaVenue akan mengulas sebuah bangunan bersejarah yang ada di ibukota.

Gedung yang dibangun pada 12 Januari 1870 bertujuan untuk digunakan sebagai Kantor Dewan Kehakiman Benteng Batavia oleh pemerintahan Hindia Belanda saat itu. Berganti pendudukan berganti pula fungsi bangunannya. Pada masa pendudukan jepang juga masa perjuangan kemerdakaan tahun 1944 Kantor Dewan Kehakiman Hindia Belanda berubah fungsi menjadi markas tentara KNIL dan selanjutnya dijadikan asrama militer tentara Indonesia.

Bangunan bersejarah yang dibangun Belanda tersebut dijadikan cagar budaya yang dilindungi pada 10 Januari 1972. Setelah itu gedung yang memiliki delapan tiang besar di bagian depan itu digunakan sebagai kantor Walikota Jakarta Barat pada tahun 1973-1976, baru setelahnya Presiden Soeharto (saat itu) meresmikan sebagai Balai Seni Rupa Jakarta.

Akhirnya pada tahun 1990 Balai Seni Jakarta menjadi Museum Seni Rupa dan Keramik yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk merawat serta memelihara bangunan bersejarah tersebut. Museum Seni Rupa dan Keramik menjadi pusat koleksi dari hasil karya seniman-seniman Indonesia mulai dari tahun 1800 hingga sekarang.

Koleksi Seni Rupa di museum ini ada sekitar 500 lebih karya seni rupa yang terdiri dari berbagai bahan dan teknik, seperti patung, batik lukis, grafis, sketsa dan totem kayu, juga disini terdapat karya-karya unggulan dari artis ternama, sebut saja Hendra Gunawan dengan lukisan berjudul “Pengantin Revolusi, Affandi dengan “Potret Diri”, “Bupati Cianjur” karya Raden Saleh serta masih banyak yang lainnya. Termasuk karya I wayan Tjokot patung bercirikan klasik khas tradisional Bali dan totem kayu magis yang simbolis juga ada dalam museum ini.

Museum Seni Rupa dan Keramik memiliki koleksi keramik cukup banyak dari dalam Nusantara, seperti Aceh, Medan, Palembang, Lampung, Jakarta, Bandung, Purwakarta, Yogyakarta, Malang, Bali, Lombook dan dari daerah lainnya. Bukan cuma koleksi keramik local saja tetapi juga ada dari asing, seperti China, Thailand, Jepang, Eropa dan yang terbanyak adalah dari Tiongkok pada masa Dinasti Ming dan Ching.

Museum ini juga memiliki keramik dari Majapahit abad ke-14 dengan ciri keistimewaan dan keindahan serta memiliki keragaman bentuj juga fungsi. Tidak hanya menyajikan kaysa seni, tempat ini juga dilengkapi dengan perpustakaan yang berisi buku-buku seni rupa dan keramik yang bisa dijadikan panduan tentang seni rupa.

JakartaVenue menyarankan untuk mengunjungi Museum Seni Rupa dan Keramik berlokasi di Jl. Pos Kota No.2, Jakarta barat yang dulunya adalah Gedung Dewan Kehakiman Hindia Belanda. Karena selain kita mendapatkan tambahan wawasan tentang sejarah baik gedung maupun tentang karya para seniman bangsa juga kita dapat lebih menghargai setiap karya-karya yang dihasilkan oleh anak bangsa.