Pro-kontra Mengenai Efek Rokok Elektrik bagi Kesehatan

18-12-2016 09:12:25 By Iwan Inkiriwang
img

JakartaVenue - Rokok adalah salah satu produk yang berasal dari tanaman atau daun tembakau, yang sudah berabad-abad dikenal orang. Bahkan menurut Tim Jakartavenue rokok adalah produk atau barang yang menjadi trend an gaya hidup yang paling abadi, tak lekang oleh perubahan jaman, iklim dan cuaca. Meskipun banyak yang menilai rokok sebagai barang yang berbahaya bagi kesehatan, pada kenyataannya rokok selalu diburu dan dicari banyak orang. Bahkan dengan adanya berbagai larangan dan peringatan baik dari para ahli medis/kedokteran ataupun pemerintah namun sepertinya tidak mengurangi peminatnya. Apakah ini yang disebut fenomena budaya, sebuah gaya hidup abadi, atau kecanduan yang sulit dihilangkan apabila seseorang sudah mengkonsumsinya? Banyak versi jawaban yang bisa kita dapat tentang rokok ini, baik itu dari yang pro maupun yang kontra.

JV Reader sekalian, belakangan muncul berbagai produk yang disebut-sebut bisa mengurangi kecanduan rokok (walaupun bentuknya rokok juga) seperti rokok kesehatan dan rokok elektrik yang tanpa tembakau. Bahkan yang terbaru dan sedang menjadi tren saat ini dari rokok elektrik adalah Vape, yang dikatakan banyak orang sangat efektif untuk menggantikan rokok ataupun membuat orang dapat berhenti merokok. Benarkah demikian? Adakah ini sebuah tren baru saja? Banyak anak muda saat ini menggunakan vape dengan alasan demi menghindari merokok, ditambah Vape/vaping dapat dilakukan dimana saja baik diluar ruangan maupun ditempat atau dalam ruangan ber-AC. Alasannya adalah tidak mengganggu aktivitas publik lainnya, tidak seperti rokok yang asapnya berbahaya sedangkan vaping asapnya aman karena sebenarnya itu adalah uap (menurut para vaping). Hal ini dapat kita lihat sekarang banyak orang melakukan vaping didalam mall atau ruang meeting sekalipun, tentunya dengan alasan diatas tadi. Tapi benarkah pendapat mengenai aman dari Vaping tersebut?

Dari beberapa rekan dan pengguna vape serta beberapa ahli medis dalam hal ini dokter yang menjadi narasumber tim JakartaVenue memberikan masukan dan keterangan yang sedikit berbeda, ditambah dari beberapa artikel yang juga membahas masalah ini. Tim JakartaVenue mendapat jawaban dan keterangan bahwa sebagian orang (vaping) berpendapat vape tidak mengeluarkan asap seperti hasil pembakaran pada rokok tembakau melainkan uap, karena vape memang tidak menggunakan tembakau tapi berupa cairan liquid. Disisi lain bagi para ahli medis atau kesehatan mengatakan bahwa meskipun uap yang dihasilkan bukan seperti asap dari pembakaran tembakau pada rokok efek samping tetap saja ada, apalagi jika dilakukan dalam ruang tertutup dan ber-AC.

Hingga saat ini memang masih dilakukan berbagai penelitian lebih lanjut tentang Vape ataupun efeknya secara ilmiah. Bahkan World Health Organization (WHO) pun selaku badan pengawas kesehatan dunia sudah menganjurkan kepada para produsen rokok elektrik untuk tidak mengklaim produknya sebagai alat bantu berhenti merokok sampai ada bukti ilmiah yang kuat. Menurut WHO, uap rokok elektrik sendiri mengandung zat kimia berbahaya yang dapat menimbulkan polusi udara. BPOM dalam keterangannya menyebutkan rokok elektrik mengandung nikotin dan bahan pelarut propilen glikol, dieter glikol, dan giserin. Jika semua senyawa itu dipanaskan maka akan menghasilkan senyawa nitrosamine yang dapat menyebabkan kanker.

JV Readers yang bijaksana, dari keterangan diatas memang secara ilmiah belum ada efek dashyat yang teruji secara ilmiah tentang Vape ini. Tapi alangkah arifnya bila kita sebagai penikmat suatu produk lebih berhati-hati, jangan karena lagi jadi trend kita lantas terbawa arus. Supaya kedepan kita tidak rugi ataupun menyesal dengan apa yang kita lakukan, kalau memang ingin berhenti merokok sebaiknya ikuti petunjuk kesehatan yang benar dan sudah ada uji ilmiahnya dengan pasti. (BBS)