Gedung Pertunjukan di Jakarta Sekaligus Tempat Bersejarah

16-12-2016 11:12:16 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue - Selain memiliki konsep bangunan yang menarik, nilai sejarah tentu jadi point lebih dari keberadaan sebuah venue atau tempat berlangsung acara. Bagi kalian warga Jakarta atau kalian yang sedang berada di kota Jakarta, kali ini kami akan menghadirkan informasi mengenai tempat pertunjukan yang memiliki nilai sejarah yang kental yang ada di Jakarta yang bisa dijadikan destinasi wisata yang wajib kalian kunjungi. Berikut ulasannya;

Taman Ismail Marzuki (TIM)

Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki yang populer disebut Taman Ismail Marzuki (TIM) merupakan sebuah pusat kesenian dankebudayaan yang berlokasi di jalan Cikini Raya 73, Jakarta Pusat. Di sini terletak Institut Kesenian Jakarta dan Planetarium Jakarta. Selain itu, TIM juga memiliki enam teater modern, balai pameran, galeri, gedung arsip, dan bioskop. Acara-acara seni dan budaya dipertunjukkan secara rutin di pusat kesenian ini, termasuk pementasan drama, tari, wayang, musik, pembacaan puisi, pameran lukisan dan pertunjukan film. Berbagai jenis kesenian tradisional dan kontemporer, baik yang merupakan tradisi asli Indonesia maupun dari luar negeri juga dapat ditemukan di tempat ini. Nama pusat kesenian ini berasal dari nama pencipta lagu terkenal Indonesia, Ismail Marzuki

Gedung Kesenian Jakarta

Gedung Kesenian Jakarta merupakan bangunan tua peninggalan bersejarah pemerintah Belanda yang hingga sekarang masih berdiri kokoh di Jakarta. Terletak di Jalan Gedung Kesenian No. 1 Jakarta Pusat. Gedung tersebut merupakan tempat para seniman dari seluruh Nusantara mempertunjukkan hasil kreasi seninya, seperti drama, teater, film, sastra, dan lain sebagainya. Gedung ini memiliki bangunan bergaya neo-renaisance yang dibangun tahun 1821 di Weltevreden yang saat itu dikenal dengan nama Theater Schouwburg Weltevreden, juga disebut dengan Gedung Komedi.

Teater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah

Teater Tanah Airku adalah Gedung pertunjukan pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi mulitimedia dengan peralatan berstandar internasional. Terletak di KompleksTaman Mini Indonesia Indah Teater ini di resmikan pada tanggal 20 April 1998 oleh Presiden Soeharto bertepatan dengan ulang tahun ke 23 TMII.

Bentuk bangunannya memadukan unsur arsitektur tradisional dan modern, menyatu secara serasi dan artistik. Bagian atap diilhami oleh atap rumah adat [Sumatra]] danSulawesi, sedang ragam hiasnya memadukan unsur nusantara dengan budaya global. Pada bagian depan terdapat ragam hias gunungan dari Jawa di apit ragam hias khasBatak Toba serta ragam hias Naga dan Burung Enggang yang mewakili budaya Dayak. Sementara di dinding-dinding bagian samping gedung dipenuhi ragam khas budayaIndonesia Timur.

Gedung Teater ini terdiri atas tiga lantai, yakni lantai dasar, auditorium, dan lantai balkon, yang dibagi dalam empat zona pemanfaatan.Ke empat zona tersebut adalah zona penerimaan, zona penggunaan, zona pelayanan, dan zona penunjang. Zona penerimaan terdiri atas pendapa dan taman yang di tata menyatu sehingga memberi kenyamanan bagi pengunjung yang akan memasuki gedung. Zona penggunaan terdiri atas panggung penunjang pentas pasang bongkar, tempat pemain musik ( orchestra pit), auditorium untuk penonton berdaya tamping 1.300 tempat duduk, dan fly tower untuk peralatan pentas. Zona pelayanan memiliki ruang penerangan, cafeteria dan tempat penjualan tiket.Adapun zona penunjang terdiri atas jalan, genset dan toilet.

Tempat-tempat diatas tak hanya dikenal sebagai venue pertunjukan serta kesenian yang ada di DKI, namun struktur bangunan yang khas juga menjadikan tempat-tempat tersebut ramai dikunjungi, apalagi bagi kalian para pecinta kesenian, tempat ini sepertinya menjadi destinasi wajib yang harus kalian kunjungi.