Alasan Kenapa Wanita Mudah ‘BAPER’

09-12-2016 03:12:33 By Addo Richard
img

JakartaVenue – ‘Baper’ atau bawa perasaan merupakan kata yang sangat identik dalam pergaulan, baik sepasang kekasih maupun persahabatan. Bawa perasaan maksudnya adalah seseorang menyaksikan atau mendengar suatu hal, kemudian perasaannya terbawa akan hal yang disaksikan atau didengar tersebut. 

Meski tidak hanya kaum hawa yang merasakan, namun, tak bisa dipungkiri ‘Baper’ lebih dominan dialami kaum hawa. Salah satu alasannya mungkin karena wanita selalu menggunakan hati dan perasaan, sedang kaum pria lebih mengandalkan logika. Memang sih, ‘Baper’ menandakan kalau seseorang memiliki sensitifitas yang tinggi, namun ‘Baper’ juga bisa menjadi ancaman dalam sebuah hubungan.

Hal-hal apa sih yang biasa membuat wanita cenderung ‘Baper’ ? 

1. Punya masa lalu yang kurang menyenangkan, sehingga tanpa disadari mereka memiliki traumatis terhadap hal tersebut

2. Rasa minder, hal ini biasanya identik dengan bentuk tubuh, gaya berpakaian, dan merasa kurang menarik

3. PMS (Pra Menstruasi Syndrome), salah satu gejala PMS yang paling umum adalah emosi yang tidak stabil, tak jarang istilah PMS ini disebut juga , “Pre Menstrual Tension.

4. Usia Panik, hal ini merupakan salah satu alasan yang umum, dimana kaum wanita akan merasa lebih sensitif karena usia mereka yang cukup matang untuk menjalin hubungan, namun belum memiliki kekasih

5. Sikap pria yang umumnya cuek menurut wanita, karena sekali lagi, wanita lebih mengedepankan perasaan, sedangkan lelaki lebih mengedepankan logika seringkali membuat wanita merasa kurang diperhatikan

6. Pergaulan, pergaulan merupakan langkah awal yang sangat menentukan sifat seseorang ke depan, biasanya Baper itu sangat riskan terhadap wanita yang tertutup dan pergaulan yang kurang luas yang menyebabkan sudut pandang wanita juga ikut sempit.

7. Wanita kurang siap terhadap perubahan, saat seorang wanita sudah merasa nyaman, mereka akan sangat defend terhadap perubahan.


Dari hal diatas, sudah cukup mendukung fakta mengapa wanita lebih cenderung ‘Baper’ dibanding pria. Sedangkan untuk solusi menghindari konflik akibat ‘Baper’ , komitmen dan saling pengertian merupakan kunci kualitas sebuah hubungan.