Wapress Sebagai Wadah Seniman dan Penikmat Seni

09-12-2016 02:12:57 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue – Tempat nongkrong di Jakarta khususnya Jakarta Selatan memang tidak pernah kekurangan. Selalu saja ada yang baru bermunculan, itu semua adalah demi menampung hasrat dan keinginan warga masyarakat dari semua kalangan, hobi, kebutuhan serta keperluan.

Untuk tempat yang satu ini merupakan petilasan para seniman tanah air. Warung Apresiasi (Wapress) lahir oleh gagasan beberapa seniman dari berbagai komunitas yang memang sering berkumpul di Gelanggang Olah Raga (GOR) Bulungan salah satunya Anto S.Trisno atau akrab dipanggil Anto Baret. Lalu sejumlah komunitas tersebut bernegosiasi meminta ijin kepada pengurus untuk memanfaatkan lahan kosong di area yang sekarang berdiri Wapress.

Meskipun sederhana Wapress tidak sembarangan, pasalnya desain interior yang terlukis di dalamnya dirancang oleh mahasiswa seni rupa Institut Kesenian Jakarta (IKJ) baik graffiti yang tergambar maupun wayang yang dipajang.

Sejak berdiri 12 Oktober 2002 silam tempat nongkrong yang berlokasi di jalan Bulungan Jakarta Selatan ini tetap menjaga komitmennya untuk mewadahi pelaku seni dalam menampilkan karya-karya mereka. Konsep tempatnya pun sederhana juga menyajikan menu yang khas anak nongkrong. Maka tak heran jika kalian mengunjungi tempat yang pernah disinggahi almarhum Mbah Surip ini tidak akan menjumpai makanan atau minuman mahal.

Makanan dan minuman yang disajikan di Wapress sangatlah terjangkau. Mulai dari Rp 15.000 sampai Rp 35.000 untuk harga makanan dan minim Rp 5.000 hingga Rp 15.000 untuk minuman dirasa adalah harga yang cukup ramah bagi pengunjung ataupun seniman yang datang kesini.

Hingga sekarang Wapress rutin diisi oleh berbagai seniman, sebut saja komunitas band indie, stand up comedy, puisi, teater juga penampilan seni-seni lainnya. Syarat untuk tampil disini mudah saja cukup membawakan atau menampilkan karya mereka yang orisinil atau asli.

Bagi musisi yang ingin tampil dikenakan biaya Rp 50.000 untuk membawakan 4 lagu asli karya mereka. Uang tersebut digunakan sebagai perawaan alat musik yang berasal dari sumbangan para musisi. Bagi pengunjung baik seniman ataupun penikmat seni dilarang keras membawa alkohol atau pun obat-obatan terlarang.

Seniman ternama banyak yang tampil disini, seperti D’MASIV, Nidji, penyanyi legendaris Iwan Fals dan maestro  sastra WS Rendra serta Rieka Diah Pitaloka ikut menambah kentalnya nuansa seni Wapress. Produser musik dari berbagai label besar pun sering hadir di café sederhana ini untuk melihat bakat dari musisi baru.

Nah buat JV Readers yang ingin menampilkan karya kalian, silahkan datang ke Wapress yang buka mulai jam 7 malam sampai jam 12 malam, juga kalian penikmat seni bisa membeli CD dan buku dari karya para seniman yang pernah tampil disini. Untuk menjangkau tempat ini sangat mudah karena letaknya berdekatan dengan terminal Bus Blok M, apalagi zaman sekarang bisa menggunakan transportasi online dan akan langsung ditemukan lokasinya pada aplikasi tersebut.