Dibalik Lahirnya "Batik Indonesia"

29-11-2016 08:11:20 By Iwan Inkiriwang
img

JakartaVenue - Batik adalah salah satu identitas budaya bangsa Indonesia yang sudah dikenal luas diseluruh dunia. Batik Indonesia sendiri mempunyai keragaman corak dan gaya yang tersebar hampir diseluruh nusantara mulai dari Sabang sampai Merauke, walaupun sebagian orang banyak selalu mengira batik hanya berasal dari Pulau Jawa. Tapi tahukah JV Readers siapa yang sebenarnya mempelopori atau disebut "Bapak Batik" itu? [caption id="attachment_17362" align="aligncenter" width="1024"]Batik adalah salah satu seni dan kebudayaan yang menjadi identitas bangsa Indonesia Salah satu contoh batik Indonesia.[/caption] Mungkin selama ini kita Cuma tahu sedikit tentang batik, yaitu sebagai pakaian resmi adat Jawa, busana resmi acara resepsi, atau pakaian para pejabat negara dalam acara resmi kenegaraan. Tapi siapa pencetus gagasan menurut sejarahnya banyak yang Tim JakartaVenue yakin belum banyak yang tahu…..Baiklah JV Readers, Tim JakartaVenue akan menjelaskan siapa sih sosok penting itu. [caption id="attachment_17363" align="aligncenter" width="657"]Keturunan Tionghoa-Solo yang menjadi seorang Pembatik Ulung Go Tik Swan atau K. R. T. Hardjonagoro, maestro "Batik Indonesia"[/caption] Adalah seorang keturunan Tionghoa Solo yang bernama Go Tik Swan yang lebih dikenal dengan K. R. T. Hardjonagoro, seorang Sastrawan dan Budayawan Indonesia yang menetap di Surakarta (Solo). Lahir pada 11 Mei 1931di Surakarta, Go Tik Swan putra sulung pasangan pengusaha Tionghoa ini diasuh oleh kakeknya. Sewaktu kecil dia biasa bermain bersama para tukang cap. Bersama anak-anak sebaya lainnya mereka membersihkan kain, mencuci, lalu membubuhkan kain dengan warna coklat dari kulit pohon Soga lalu menulis kain dengan canting. Saat masuk kuliah di Fakultas Sastra UI, Go Tik Swan yang pintar menari Jawa bertemu Presideng Soekarno saat diundang ke Istana Presiden. Bung Karno yang terkesan melihat Tik Swan menari dengan bagus memanggilnya yang pada saat itu sudah memakai nama Hardjono. [caption id="attachment_17365" align="aligncenter" width="1024"]Selain pembatik juga seorang penari Jawa ulung yang membuat Bung Karno terkesan. Lukisan sang maestro batik, Go Tik Swan alias K. R. T. Hardonagoro[/caption] Ketika Bung Karno mengetahui bahwa Hardjono (Go Tik Swan) adalah anak dari pengusaha batik di Solo, beliau menyarankan agar Hardjono membuat “Batik Indonesia”. Hardjono yang merasa tersanjung dan senang lalu pulang dan mempelajari batik dan sejarah serta falsafahnya. Ketika sampai di Solo, karena akrab dengan keluarga Kraton Solo beliau (Hardjono) meminta pada ijin untuk belajar pada Ibunda Susuhunan Paku Buwono XII yang memiliki pola-pola batik pusaka. Singkat cerita, ketika sudah mahir membuat batik bahkan mengembangkan pola-pola batik yang dipelajarinya tanpa menghilangkan ciri dan maknanya ditambah pemberian warna-warna baru dan cerah. Inilah yang menandakan lahirnya “Batik Indonesia” untuk pertama kalinya. Berangkat dari situ sampai akhirnya Hardjono (Go Tik Swan) memiliki empat tempat pembatikan ; dua di Kratonan, satu di Ngapelan dan satu lagi di Kestalan dengan karyawan mencapai 1.000 orang.   (Sumber : dikutip dari Wikipedia Indonesia)