Telisik Tari 2016: Tari Melayu

28-11-2016 08:11:05 By Rasyid Hadi
img

Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) kembali mengangkat platform untuk mendiskusikan isu - isu seputar tari tradisionaldi Indonesia secara kritis dalam “Telisik Tari”. Di tahun 2016 ini, Telisik Tari hadir dengan mengusung tema “Tari Melayu”. Komite Tari DKJ menyelenggarakan program Telisik Tari dengan mengusung tema Tari Melayu, karena Tari Melayu merupakan salah satu produk budaya lokal yang lahir di Nusantara dan tidak dapat merujuk pada sebuah batas teori sebuah wilayah, bahkan suatu Negara tertentu. Budaya Tari Melayu sendiri lahir sebelum batas batas Negara ada, sehingga keberadaanya bisa dirujuk pada banyak Negara dalam satu kawasan. Pada periode 1950 an , Presiden pertama RI yaitu Bapak Soekarno sempat mencanangkan muda-mudi Indonesia untuk belajar Tari Melayu “Serampang 12” bahkan sampai ke Negara Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam yang juga sedang berkebang kala itu. Pak Karno mencanangkan gagasan tersebut sebagai usaha agar anak bangsa membuka mata dan belajar mencintai akan kayanya budaya lokal, serta untuk membentengi pergaulan dari budaya Barat seperti Cha-Cha, Waltz, Agogo, dll yang sedang trend di kalangan anak muda kala itu. telisk-8583 Ketua Komite Tari DKJ, Hartati, mengatakan fokus Telisik Tari kali ini bertujuan untuk mengingatkan kembali ada banyak budaya Indonesia yang berdasarkan budaya Melayu. "Kami merasa generasi muda saat ini melihat Melayu seakan-akan adalah milik negara tetangga. Untuk itu pada Telisik Tari tahun ini kami angkat Tari Melayu," ucap Hartati. Untuk menjalankan program ini, komite Tari DKJ melibatkan pakar pakar di bidang kesenian Melayu sebagai konsultan dalam merancang rangkaian acara yang terdiri dari seminar, Master Class, dan Pertunjukan berbasis riset. Program “Telisik Tari 2016: Tari Melayu” berlangsung selama dua hari, yaitu pada Rabu dan Kamis (23-24/11/2016 di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki. Hari pertama diisi dengan seminar yang menghadirkan Suhaimi Magi (Peneliti dan Koreografer Tari MElayu - Malaysia) dan Julianti Parani (Ahli Tari) sebagai pembicara, serta Renee Sariwulan (Peneliti Tari) sebagai fasilitator. Setelah seminar, dilanjutkan dengan masterclass tari Melayu Nusantara Bersama Kak Wardi dan Irianto CAtur SBP. Hari kedua, program ini diisi dengan pameran dan kuliner khas Melayu di lobi Graha Bhakti Budaya. Sedangkan untuk acara puncaknya ada pertunjukan “Panggung Empu Tari Melayu” yang menampilkan Kak Wardi, Tom Ibnur, dan Irianto Catur SBP, yang dipandu oleh pembawa acara Uli Herdiansyah. telisk-8616 Panggung Empu Tari melayu dibuka oleh tari “Serampang 12” yang di kelapalai oleh Bapak Wardi Suhadi Diman atau akrab disapa Kak Wardi. Kak Wardi dikenal sebagai guru Tari Melayu, beliau sejak tahun 1970 mulai mendirikan sanggar Argahari di daerah yang saat itu cukup di segani dan memperoleh banyak penghargaan. Seiring berjalannya waktu, Kak Wardi kemudian mendirikan Sanggar Putih Melati yang masih aktif sampai sekarang. Dibawah kepemimpinannya Sanggar Putih Melati dinobatkan sebagai penerima penghargaan bidang kesenian dalam kegiatan pembinaan, pelestarian, pengembangan seni dan budaya dan permuseuman oleh Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta pada tahun 2005. telisk-8667 Setelah itu Irianto Catur SBP pun mengisi panggung dengan suguhan perpaduan tari Melayu yag di balut gerakan, atribut, hingga iringan musik moderen, pria kelahiran 14 september tahun 1962 ini memulai kiprahnya di dunia Tari Melayu dimulai sejak menjadi murid Kak Wardi di sanggar Argahari tahun 1975. Bapak Irianto yang kerap disapa Yanto ini pun sempat mewakili provisi jambi dalam karnaval Budaya Nusantara di Istana Negara sebagai Penyaji Terbaik dari 34 provinsi. Hingga saat ini beliau masih aktif berkarya serta menjadi pelatih dan koreografertari massal seperti event nasional SEA Games, New Indonesia Ansamble, International Folk Dance Festival. telisk-8749 Tom Ibnur pun menjadi penutup pagelaran akbar ini. Pria yang akrab disapa Omi ini pun menjelaskan asal usul tari Zappin yang di bawa dari timur tengah dan diadaptasi oleh orang melayu. telisk-8742 Selanjutnya beliau mengajak penonton untuk ikut bergabung dan mengajarkan tari gerakan dasar tari Zappin.