Dari Mulai Kerutan Hingga Kanker Kulit, Ini Dampak Negatif Berjemur

26-11-2016 06:11:14 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue - Liburan ke pantai kurang lengkap rasanya bila tidak berjemur di pantai, apalagi pantai pasir putih yang bersih. Pantai di iklim tropis seperti di negara kita ini selalu jadi favorit bagi turis mancanegara terutama dari barat, tapi tidak sedikit juga wisatawan lokal ikut melakukan kegiatan ini. Berjemur memang banyak manfaatnya, karena paparan sinar matahari mengandung ultraviolet (UV) yang dapat merangsang kulit memproduksi vitamin D. Sinar UV ada tiga jenis sinar, yaitu UVA, UVB, dan UVC, dimana UVA adalah sinar yang memiliki panjang gelombang yang sangat panjang sehingga dapat menembus bagian dalam kulit, lalu sinar UVB memiliki panjang gelombang lebih pendek dari UVA, sedangkan UVC memiliki panjang gelombang yang sangat pendek. Selain memiliki dampak positif, ternyata berjemur dibawah sinar matahari juga mempunyai dampak negatif. Apa sih dampak negatif dari kegiatan yang satu ini? Aktifitas ini bisa berdampak buruk bila waktunya tidak tepat memaparkan kulit terutama pada jam 9 pagi sampai jam 3 sore. Sinar UVA yang memiliki panjang gelombang sangat panjang bisa menembus lapisan kulit paling dalam menyebabkan penuaan dini dengan cara merusak kolagen dan elastin kulit. Sebagai informasi, elastin berfungsi membuat kulit kenyal, kencang, dan halus. Giliran sinar UVB yang juga bisa memberikan efek negatif paparan sinar matahari. UVB bisa merusak membran sel, mengakibatkan kulit merah, dan terbakar (sunburn), kemudian juga merusak sel DNA yang berakibat pada rusaknya mekanisme perbaikan sel. Selain dampak negatif yang dikontribusikan UVA dan UVB tersebut diatas, paparan sinar UVA dan UVB dalam jangka waktu panjang juga bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya kanker kulit. Resiko terhadap kanker kulit meningkat pada orang yang sering terpapar. Bersamaan dengan meningkatnya efek-efek buruk sinar UV lainnya pada kulit, seperti kerutan, penuaan dini, dan flek-flek hitam di wajah. Pertanyaaan selanjutnya adalah, mengapa paparan sinar matahari mulai jam 9 pagi hingga jam 3 sore itu berbahaya? Hal tersebut dikarenakan posisi matahari di siang hari tegak lurus sehingga ikut mempengaruhi perusakan kulit karena panjang gelombang akan lebih pendek dibanding pada pagi dan sore hari. Jika pagi dan sore posisi matahari ada di samping jadi arah sinarnya miring dan panjang gelombangnya lebih panjang. Untuk menghindari dan meminimalisir dampak negatif dari paparan sinar matahari akibat aktifitas berjemur bisa dilakukan dengan cara mengambil waktu yang tepat untuk berjemur, seperti pada pagi hari dibawah jam 9 serta sore hari setelam jam 3. Warna kulit juga menjadi penentu lamanya kita bisa terpapar sinar matahari, misal kulit berwarna coklat bisa menerima paparan lebih lama dibanding kulit berwarna pucat, tetapi waktu yang ideal untuk menyerap sinar matahari yaitu 10 sampai 15 menit. Gunakan pelindung kulit seperti tabir surya juga bisa meninimalisir resiko paparan sinar UV.