Resiko Mengintai Bagi Anda Yang Bertato

24-11-2016 09:11:37 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue - Tato saat ini sudah tidak dianggap tabu dan juga tidak lagi menjadi momok dalam masyarakat. Berbeda dengan dahulu jika ada dalam masyarakat yang bertato pasti sudah dicap negatif. Memberi gambar pada tubuh kini mulai diterima sebagai seni dan sebagai wakil dari jati diri. Meskipun seni merajah tubuh ini mulai diterima baik dalam lingkungan tetapi bukan berarti tidak ada hal yang negatif mengiringinya. Sisi negatif datang dari kesehatan. Sebelum Anda memutuskan untuk memberi gambar pada tubuh sebaiknya perlu mengetahui terlebih dahulu dampak negatif terhadap kesehatan, karena tidak sedikit kalangan usia muda menyesal karena di tato. Ada banyak dampak negatif bagi kesehatan terkait aktifitas merajah tubuh. JakartaVenue menghimpunnya dari berbagai sumber. Sebuah studi baru yang mengejutkan ditemukan oleh dari European Chemicals Agency (ECHA), pewarna dalam tinta tato dapat menjadi penyebab kanker. Dikarenakan belum adanya standarisasi tentang tinta untuk tato, imbasnya sebagian tinta tato yang beredar tidak terkontrol bahkan ada yang bersifat toksik, malahan ada yang mengandung zat karsinogenik (memicu kanker). Kasus tersebut ditemukan dalam sebuah penelitian di Denmark pada tahun 2012 yang memaparkan satu dari lima tinta tato mengandung zat karsinogenik dan mayoritas tidak memenuhi standar keamanan internasional dalam hal komposisi tinta. Selain resiko kanker yang mengintai ada juga efek samping mungkin ditimbulkan ialah zat beracun yang dapat menimbulkan rasa gatal yang menyakitkan selama bertahun-tahun selama tinta tersebut berada di bawah kulit. Menurut ECHA bahwa tinta merah adalah paling berbahaya selain tinta hijau, hitam dan biru yang dianggap signifikan. Infeksi ikut menyumbang deretan resiko membuat tato. Akibat sterilisasi yang kurang maka banyak ditemui infeksi, paling sering adalah bakteri staphylococcus aureus atau pseudomanas akibat kurangnya sterilisasi alat-alat tato. Infeksi paling berbahaya tentunya Hepatitis yang bisa menular melalui jarum yang tidak steril.