Festival Theater Jakarta 2016: // TRANS > < ISI //

24-11-2016 04:11:29 By Rasyid Hadi
img

Pertama kali Festival Theater Jakarta (FTJ) diresmikan oleh Dewan kesenian Jakarta (DKJ) dengan nama Festival Theater Remaja (FJR) pada September 1973. FJR pertama kali diikuti oleh 110 kelompok teater di lima wilayah DKI Jakarta. Pada tahun 1984 FJR resmi bertransformasi dari Festival Teater Remaja menjadi Festival Teater Jakarta (FTJ). Perubahan nama ini sedikit banyak berkaitan dengan upaya memberi citra yang lebih serius kepada festival tersebut untuk bukan sekadar sebagai wadah remaja dalam menyalurkan bakat seni tetapi sebuah peristiwa teater yang memperlihatkan keseriusan, kerja keras, komitmen dan mutu yang baik. Ditahun yang ke 43 ini, FTJ 2016 mengancang sejumlah perubahan. Dengan mengusung tema utama “Transisi” yang ditulis dengan gaya bahasa pemrograman komputer menjadi //TRANS><ISI//, FTJ 2016 mencoba menempatkan posisinya dalam konteks perubahan masa kini, baik di Jakarta maupun di tingkat nasional dan global dengan beragamnya medan teater di Jakarta, seperti kemunculan drama musikal, teater tari, teater multimedia/kolaborasi hingga pertumbuhan teater tradisional di Jakarta telah memberikan alternatif penting bagi Festival ini. Tema “Transisi” juga bermakna perubahan dari festival teater yang bersifat kompetisi, menjadi festival yang benar-benar festive, dalam artian suasana festival yang meriah dengan beragam bentuk pementasan, diskusi, lokakarya dan bazaar. Sebuah festival yang mencoba mengakomodasi perkembangan seni-seni lain demi memperkaya bentuk-bentuk pementasan, termasuk dengan mengundang kelompok-kelompok teater dari luar negeri serta mencoba memperkenalkan Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai pusat kesenian, di samping menawarkan panggung bagi peserta dari yang konvensional (prosenium, arena, dalam ruangan) ke non-konvensional (halaman, luar ruangan). Dalam FTJ 2016 kali ini tidak hanya menampilkan para finalis dari lima kota administratif di DKJ Jakarta, tetapi juga menampilkan kelompok-kelompok teater dari produk festival di luar FTJ, baik dari khazanah tradisi maupun modern. Enam belas finalis akan tampil di Sayap Utama, sementara kelompo-kelompok teater undangan akan tampil di Sayap Klasik (Sandiwara Sunda Miss Tjitjih, Wayang Orang Bharata, Lenong Denes, Sahibul Hikayat), Sayap Perspektif (kolaborasi seniman di pembukaan, MuDA Hyperperformance dari Jepang di penutupan), Sayap Tamu (Padepokan Seni Madura, Jaring Project, Artery, Sena Didi Mime). ftj-1Dalam FTJ 2016, kali ini Jakartavenue berkesempatan hadir pada hari kedua acara yang diseenggarakan pada tanggal 22 november kemarin. Pada hari kedua ada beberapa event seperti Biografi Penciptaan dan sesi diskusi bersama Puja Betawi yang akan menampilkan Lenong Denes: “Pinang Laki-laki yang Berbuah Tunggal”, yang akan di pentaskan hari ini di Theater Kecil TIM. Dalam diskusi tersebut menjelaskan perbedaan Lenong Denes dengan Lenong Preman yang sekarang lebih marak dikenal. Lenong Denes biasanya menceritakan tentang kisah seribu satu malam, jin, dan dewa dewa. Lenong Denes juga hanya menggunakan bahasa betawi melayu murni dengan iringan musik khas gambang kromong. Sedangkan lenong preman, yang dimana menggunakan bahasa tidak baku dan juga menggunakan kisah tentang kepahlawanan lokal. ftj-7Selain perkenalan tentang Lenong Denes, kemarin malam JakartaVenue juga berkesmpatan untuk menyaksikan pertunjukan teater “Teenager's Voice” yang diperankan oleh Teater Petra. “Teenager Voice” berisikan tentang kisah sebuah komunitas jurnalistik remaja yang di ketuai dan dibentuk oleh Sidik. Sebenarnya Teenager Voice merupakan amanah dari ayah Sidik yang dahulu seorang Jurnalis Investigasi yang tewas terbunuh saat melakukan investigasi. Idealisme tentang kejujuran dan keberanian menjadi seorang jurnalistik yang jujur pun tertular kedalam diri Sidik untuk melanjutkannya. Teenager Voice yangbaru terbentuk memiliki kekurangan baik dari segi materi maupun moril. Keutuhan komunitas itu sedang diuji, tapi ditengah perjalanan mereka berhasil memenangkan kontes video citizen jurnalis yang diadakan salah satu stasiun TV. ftj-9Kemenangan perlombaan tersebut turut membesarkan Teenager Voice. Ditengah kemajuan komunitas tersebut, Sidik selaku ketua berniat melanjutkan cita – cita ayahnya untuk mengambil sekmen investigasi. Selama Sidik menjalankan investigasi beragam terror dan intimidasi hadir kedalam Teenager Voice. Idealisme keras Sigit pun makin memojokan Teenager Voice. Berbagai ancaman pun semakin terasa, rangkaian ancaman tersebut akhirnya berbuah penyerangan dan pemukulan yang dilakukan oleh oknum misterius ke dalam kantor Teenager Voice. Hal itu membuat seluruh anggota takut dan berencana meninggalkan kominitas tersebut. ftj-12Setelah kehilangan sebagian besar kelompoknya, Sidik pun tetap melanjutkan idealismenya untuk berinvestigasi. “Bad News is Good News” berpatokan kepada tori tersebut, Sidik pun memnyusuri investigasi mendalam terhadap kasus pembunuhan di dalam sekolah yang dimiliki oleh sebuah yayasan yang sangat terpandang dan kaya. Ternyata pemilik yayasan tersebut adalah ayah dari sahabat Sidik yang bernama Sumitro. Berbagai bujukan dan rayuan Sumitro untuk merayu Sidik agar tidak mengangkat kasus pembunuhan tersebut pun mental dengan kokohnya idealisme. Hal itu membuat kantor Teenager Voice hancur dan berantakan. ftj-15 Di dalam kehancuran dan keterpurukan Teenager Voice, Sidik masih mendapat beberapa support dari sahabat sahabat lamanya. Meraka akan tetap bertahan atas kesadaran masih banyak kebohongan yang harus di ungkap, dengan berlandaskan membaca, merekan, meiput, mengedit, serta menulis sebagai filosofis jurnalistik mereka. FTJ 2016 Berlangsung dari tanggal 21 november hingga tanggal 9 Desember bulan depan. Selain pertunjukan teater, FTJ kali ini juga menyajikan sejumlah lokakarya dan diskusi. Mulai dari lokakarya multimedia, fotografi pertunjukan, peliputan seni pertunjukan hingga metodi riset. Serta diskusi tentang biografi penciptaan, tantangan estetika masa kini, arsip teater hingga pembacaan kuratorial. Selain itu masih ada penerbitan jurnal FTJ, untuk dibagikan pada forum kafe aktor, pasar seni dan pameran buku. Untuk info lebih lanjutnya kamu dapat mengunjungi website resminya.