World Franchise Summit Segera Dilaksanakan di Indonesia

18-11-2016 05:11:35 By Rasyid Hadi
img

JakartaVenue – Setelah sukses menyelenggarakan International Franchise License & Business Concept Expo & Conference (IFRA) pada awal tahun lalu, Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) akan kembali menjadi tuan rumah perhelatan besar franchise di Indonesia, World Franchise Summit Indonesia (WFSI). Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari perayaan menuju 25 tahun AFI dan menghadirkan sejumlah rangkaian acara pertemuan dan konferensi di bidang franchise. Rangkaian kegiatan WFSI akan dibuka dengan Asia Pacific Franchise Confederation (APFC) Meeting yang digelar pada 22 November 2016 di Fairmont Hotel yang akan menghadirkan peserta delegasi atau member APFC yang terdiri dari 14 negara di Asia Pasifik. WFSI maupun APFC Meeting merupakan kegiatan tahunan industri waralaba dunia dan tahun ini, Indonesia mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah dua kegiatan akbar industri franchise dunia tersebut. Selanjutnya pada 23–24 November 2016 akan diselenggarakan World Franchise Summit meeting di Fairmont Hotel yang akan dihadiri oleh para Ketua dan perwakilan asosiasi franchise dari 26 negara termasuk Indonesia. Kegiatan ini akan membahas isu-isu dan kebijakan terkait waralaba dan perkembangannya di berbagai negara. Menurut Anang Sukandar selaku CEO Indonesia Franchise Association (IFA), hasil-hasil pertemuan dan konferensi yang digelar bisa memberikan masukan berarti bagi perkembangan industri franchise di Indonesia. Selanjutnya pada 25-27 November 2016, akan diselenggarakan pameran “Indonesia Franchise & SME Expo” di JCC yang rencananya akan dibuka oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Bapak Enggartiasto Lukita. Pameran ini akan diikuti oleh 200 perusahaan dengan 350 brand waralaba lokal & internasional. Selama tiga hari pameran ini, akan diselenggarakan juga International Franchise Expo dengan tema “ Set Your Sights on Success”. Para pemain industri waralaba Indonesia bisa mendapatkan masukan berarti dari para pembicara International Franchise Conference seperti Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita, Director of International Relation IFA Josh Merin, CEO Indonesia Franchise Association Anang Sukandar, European Franchise Federation & Chairman BFA Sammy Liem, Franchise Council Australia Jason Gehrke, Chairman of MFA Datuk Haji MD Latip Bin Sarrugi, Founder and Managing Director of the Blazes Group of franchised companies Michael Eyre, GM KFC Indonesia Gandhi Lie, Director Martha Tilaar Salon Day Spa Wulan Tilaar, CEO Academia Education Training Jamess Gwee. img_5899 Secara total, rangkaian kegiatan WFSI ini akan menghadirkan 20 pembicara dari luar negeri. “Rangkaian kegiatan WFSI ini menghadirkan tujuh kegiatan dalam satu rangkaian dan ini merupakan event besar bagi industri franchise Indonesia. Menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan franchise tingkat dunia menjadi kebanggaan tersendiri bagi AFI dan tentunya bagi rakyat dan bangsa Indonesia,” ujar Anang Sukandar, CEO AFI. Kehadiran para pembicara dari dalam dan luar negeri ini memberikan peluang pemain franchise lokal untuk mendapatkan masukan berharga, mengetahui peluang-peluang yang ada di pasar global sekaligus menjadi momentum untuk menunjukkan potensi industri franchise Indonesia ke publik internasional. Dengan pelaksanaan summit ini, diharapkan industri waralaba Indonesia semakin dikenal dunia. Merk-merk waralaba nasional juga diharapkan semakin meningkatkan daya saingnya sehingga mampu berkiprah tidak hanya di pentas nasional tetapi juga global. Rangkaian kegiatan WFSI 2016 ini merupakan upaya untuk lebih meningkatkan minat masyarakat dalam menjalankan usaha di sektor waralaba agar bisa memberikan kontribusi lebih besar terhadap pembangunan ekonomi nasional. Melalui kegiatan ini AFI juga ingin mendorong peran penting pemerintah dalam menumbuhkan dan memajukan sektor waralaba di Indonesia, sebagai salah satu perwujudan kegiatan ekonomi kerakyatan yang kuat. AFI menyadari pentingnya mendorong industri franchise agar bisa lebih berkembang lagi. Selama ini, Hanya 9% dari waralaba nasional aktif yang memiliki lebih dari 100 gerai. “Penjualan setiap gerai waralaba berkontribusi terhadap dinamika perekonomian nasional. Semakin banyak jumlah semakin besar kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujar Anang. Ia menambahkan bahwa setiap gerai waralaba pasti menyerap tenaga kerja dan semakin banyak gerai berarti semakin besar lapangan kerja yang diciptakan. Apabila setiap waralaba dibina agar berkembang maka waralaba akan menjadi sektor strategis dalam mendorong dan meningkatkan perekonomian nasional.