Endah N Rhesa Berkarya Maksimal

13-11-2016 06:11:48 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue - Duo yang terbentuk pada medium 2004 ini telah menorehkan banyak sekali prestasi dalam bermusik, yang paling keren adalah mereka berdiri pada jalur "minoritas", dari genre musik yang mereka pilih sampai jalur industri yang mereka jalani. Dibilang keren, karena dengan apa yang mereka jalani dan pilih itu mampu membuat nama bangsa Indonesia mempunyai duo yang diakui dunia musik internasional dengan tampil dalam ajang internasional.  Musik Endah N Rhesa bergenre Folk, Jazz, Blues, Rock N Roll dan Ballads. Bermula tahun 2003, dari solo karier Endah bergabung dengan band rock sekaligus momen pertemuannya dengan Rhesa Adityarama yang kini menjadi pasangan karier juga pasangan hidup. Tahun 2004 mereka berdua (Endah dan Rhesa) memutuskan keluar dari band dan melanjutkan project solo Endah dengan merilis mini album berjudul "The New Beginning" yang diproduseri Rhesa. Baru pada tahun 2005  Endah dan Rhesa merilis album "Nowhere To Go", album ini digarap berdua dengan audio dan desain sampul yang sederhana. Momen ini sekaligus mengukuhkan Endah N Rhesa sebagai formasi duo dan tidak lagi sebagai proyek album solo Endah, Endah Widiastuti (vokal dan gitar) dan Rhesa Aditya (bass). endah-n-rhesa-jakartavenue Endah N Rhesa sungguh membuktikan keseriusan dan komitmen mereka di dunia musik, setelah melahirkan karya pertama mereka tahun 2005, menyusul karya berikut mereka dalam bentuk mini album berjudul "Real Live" yang direkam secara 'live' dengan beberapa materi baru. Hingga akhirnya mereka merilis album "Nowhere To Go"secara resmi pada tahun 2009 bekerja sama dengan label indie Jakarta, demajors Independent Music Industry (dIMI).  Album ini berisikan materi "Nowhere To Go" yang dirilis pertama kali dengan direkam ulang untuk memperbaiki kualitas audio serta juga mendesain ulang sampul albumnya, ada penambahan materi lagu juga menghilangkan materi lagu yang lama. Masih kerjasama dengan demajors, album kedua dikeluarkan pada tahun 2010 berjudul "Look What We've Found". Album ketiga mereka berjudul "Escape" ini dikeluarkan tahun 2013 yang bernuansa lebih gelap dibanding album-album sebelumnya. Tak lama setelah itu Endah N Rhesa merilis album Anthology Endah N Rhesa di Jepang dan Korea di bawah naungan label Jepang, Rambling Records. Album keempat yang berjudul “Seluas Harapan” dirilis setelah mereka tampil di Festival Darwin Australia pada 15-16 Agustus 2015, dengan didahului mengeluarkan single yang berjudul sama dengan judul albumnya. Lagu "Seluas Harapan"  juga menjadi Original soundtrack (OST) sebuah film berjudul Bidadari Terakhir. Hingga kini deretan prestasi berhasil mereka bukukan, seperti JunkSound Awards kategori Best Acoustic Act (South East Asia), 20 Album Terbaik versi Majalah Rolling Stone Indonesia untuk Album "Nowhere To Go", Anugerah Musik Indonesia kategori Produksi Album Alternatif Terbaik "Nowhere To Go", Nominasi ICEMA (Indonesia Cutting Edge Music Awards) kategori Best Pop Song "When You Love Someone", Anugerah Musik Indonesia kategori Produksi Album Alternatif Terbaik (Nowhere To Go), dan masih banyak lagi yang lainnya.