“SABDO PANDITO RAKJAT”, Mengenang Sang Maestro Ki Nartosabdo

12-11-2016 02:11:17 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue - Sabdo Pandito Rakjat merupakan judul pentas untuk mengenang Ki Nartosabdo, maestro pedalangan wayang kulit dan karawitan. Presiden pertama RI, Soekarno, sangat mengagumi karya-karya Ki Nartosabdo yang dianggap inovatif, bahkan genius melampaui zamannya. Dalang wayang kulit Ki Manteb Sudharsono juga mengakui pencapaian estetis Ki Nartosabdo dalam dunia wayang, dan menyanjungnya sebagai “dalang wayang kulit terbaik yang pernah ada di Indonesia”. Komposisi karawatian yang dihasilkan Ki Nartosabdo juga membuktikan betapa ia adalah komponis yang brilian, seperti bisa kita buktikan melalui lagu-lagu seperti Gambang Suling, Perahu layar, dara Muluk atau Ibu Pertiwi, dan masih banyak lagi lainnya. Karya-karyanya itu memberi jalan bagi generasi selanjutnya mengembangkan karawitan Jawa menjadi lebih diterima zaman sebagaimana kemudian muncul genre musik karawitan campur sari. Di sepanjang tahun 2016 Indonesia Kita telah hadir dengan mengangkat tema “Heritage of Indonesia: Dari Warisan Menjadi Wawasan”. Tema ini akan ditutup melalui pentas Indonesia Kita yang ke-22 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki pada hari Jumat-Sabtu, tanggal 02-03 Desember 2016. jakartavenue-sabdo-pandito-rakjatr Sejak pentas pertama di tahun 2011, Program Indonesia Kita telah membiasakan diri mengajak publik, yang kemudian menjadi penonton setia Indonesia Kita, untuk mengenang jejak para maestro tanah air di setiap penghujung tahun. Hal ini dilakukan sebagai wujud apresiasi atas eksistensi sang maestro dan karya-karya mereka yang melegenda, sehingga menjadikan Indonesia semakin kaya akan keberagaman seni budaya. Dengan menapak tilas, Program Indonesia Kita ingin mempertemukan warisan para maestro dengan ide-ide baru, sehingga diharapkan dapat dinikmati dan diterima sebagai wawasan bagi generasi kini. Sabdo Pandito Rakjat akan dipentaskan dalam konsep cerita yang menjadi ciri khas Indonesia Kita dan diperkuat oleh lagu-lagu karya Ki Nartosabdo yang diaransemen ulang oleh Bintang Indrianto menjadi bernuansa jazz. Lakon Sabdo Pandito Rakjat  terinspirasi karya-karya Ki Nartosabdo, juga riwayat hidupnya yang mengingatkan kembali betapa pentingnya untuk mendengar “suara jernih” dan menjunjung tinggi moralitas, sebagaimana diperlihatkan dalam banyak lakon wayang. Di tengah situasi sosial yang begitu gaduh dan bising seperti saat ini, bermacam kepentingan dan godaan untuk memperebutkan kekuasaan begitu kuat dan menghisap energi semua lapisan masyarakat. Apa yang telah dicapai dan dilakukan oleh Ki Nartosabdo menjadi sangat relevan untuk direnungkan kembali. Lakon Sabdo Pandito Rakjat ini berkisah tentang seorang dalang yang mencoba bersikap teguh dan kritis terhadap apa yang terjadi di sekelilingnya. Ia ingin melakukan pembaharuan, sekaligus tak mau tergoda selera orang banyak. Ia menjadi gambaran bagaimana menjaga akal sehat di tengah kegaduhan sosial politik. Sementara itu, bagaikan kisah Arjuna dan Karna, ia juga harus menghadapi pertentangan dua orang anaknya. Untuk menyaksikan pementasan ini pengujung dikenakan tiket masuk sebesar Rp 100 ribu kategori balkon, Rp 200 ribu kategori VIP dan Rp 500 ribu kelas Platinum. Berikut rancangan pementasan Sabdo Pandito Rakjat: Program Indonesia Kita 2016 “Heritage of Indonesia: Dari Warisan Menjadi Wawasan” Pentas ke : 22 Tema Pentas : Jejak Dan Warisan Para Maestro Tokoh Legenda : Ki Nartosabdo Judul Pentas : Sabdo Pandito Rakjat Jadwal : Jumat – Sabtu, 02 – 03 Desember 2016 - Pukul 20.00 WIB Venue : Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jl. Cikini Raya 73, Jakarta Pusat Tim Kreatif : Butet Kartaredjasa, Agus Noor, Djaduk Ferianto Sutradara : Sujiwo Tejo Pemusik : Bintang Indrianto & Friends Pemain : Sujiwo Tejo, Cak Lontong, Akbar, Didik Ninik Thowok, Happy Salma, Marwoto, Trio GAM (Gareng, Joned, Wisben), Butet Kartaredjasa, Sruti Respati, Bonita, Inayah Wahid, Gita Sinaga, Joe Kriwil.   Informasi & Reservasi Tiket Kayan Production & Communication 0838 9971 5725 / 0856 9342 7788 / 0813 1163 0001