Jim Morrison: Romatis, Sexy, dan Juga Legendaris

09-11-2016 08:11:09 By Rasyid Hadi
img

JakartaVenue - Siapa yang tidak mengenal sosok James Douglas “Jim” Morrison? Rock star yang kerap disapa “Jim Morrison” ini lahir 62 tahun yang lalu, tapatnya pada 8 Desember 1943 di Melbourne, Florida, Amerika Serikat. Morrison mempunyai ayah seorang admiral Angkatan Laut Amerika yang bernama Steve Morrison, dan ibunya yang bernama Clara Clarke. Karena ayahnya adalah seorang angkatan laut dan sering pergi dinas, maka Morrison sekeluarga sering berpindah pindah tempat tinggal. Karena seringnya berpindah tempat tinggal Jim tumbuh menjadi remaja yang seperti memiliki kepribadian ganda. Di satu sisi, dia merupakan seorang anak yang cerdas, mempunyai daya tarik, serta berperilaku santun. Tapi di satu sisi lain, dia bisa membuat orang lain terperanjat dan ketakutan karena gaya bahasa yang tidak sopan dan sering bertingkah kasar. Jim juga mulai menarik diri dari lingkungan sosial, dan mulai ketagihan membaca buku, salah satunya karya Nietzsche, William Blake dan Jean Paul Sartre. Jim jadi mempunya pribadi yang urakan dikarenakan bentuk defense mechanism dari kehidupannya yang seing berpindah tempat. Awalnya, Jim Morrison bukanlah seorang vokalis, melainkan seorang penikmat buku dan seorang penyair. Setelah lulus dari sekolah perfilman di University of California, Los Angeles (UCLA), Jim bertemu dengan Ray Manzarek, seorang  sarjana ekonomi mahasiswa UCLA yang juga mantan pemain piano berbakat di Angkatan Darat . Pertemanan Jim dan Ray lah yang menjadi awalan terciptanya band rock legendaris “The Doors”. [caption id="attachment_16440" align="aligncenter" width="1175"]tumblr_m6l7qaodpv1r59mpno1_1280 Jim & Ray[/caption] Dalam pertemuan tersebut Jim menyanyikan sebuah puisinya dan menawarkan kepada Ray untuk membuatnya menjadi sebuah lagu. Karena Ray saat itu terpincut dengan syair Jim, maka mereka berdua akhirnya pergi ke sebuah studio musik lalu sepakat untuk membentuk sebuah band yang namanya di ambil dari buku karangan Aldous Huxley, The Doors of Perception. Kehebatannya sebagai seorang penyair menjadikan Jim Morrison vokalis dan juga penulis lirik dari band The Doors. Keunikan musik The Doors yang digabungkan dengan lirik bernuansa gelap karangan Morisson menjadikan band tersebut salah satu kelompok musik terbesar dalam dunia rock and roll. Jim Morrison juga terkenal karena sering berimprovisasi ayat-ayat puisi kata yang diucapkan saat band dimainkan secara live. Karena kepribadian liar dan pertunjukan, ia dianggap oleh para kritikus dan fans sebagai salah satu frontmen paling ikonik, karismatik dan perintis dalam sejarah musik rock. Morrison menduduki peringkat nomor 47 dalam daftar Rolling Stone tentang "100 Singers Greatest of All Time", dan nomor 22 di Rock Klasik Magazine "50 Singers Greatest In Rock". https://www.youtube.com/watch?v=D_FYF6smQ9I Selain kerap disapa Jim, Morrison mempunyai beberapa nama kecil lainnya, seperti "Mr. Mojo risin '" dan juga disebut "Lizard King". Sebutan “Lizard King” merupakan sebuah nama yang diambil dari puisi yang berjudul " The Celebration of the Lizard" yang termasuk juga dalam album The Doors “Waiting For The Sun." Puisi ini berisi lirik “I am the Lizard King, I can do anything". Sedangkan “Mr Mojo risin” merupakan anagram untuk nama Jim Morrison sendiri. Dia percaya atau setidaknya menyatakan ia akan bereinkarnasi dan kembali sebagai Mr Mojo risin. Kata Mojo memiliki akar di voodoo tapi diadopsi ke dalam budaya musik blues awal dan mengacu pada kecakapan seksual seseorang. Pada 8 Desember 1970, di ulang tahunnya yang ke 27, Jim Morrison merekam sesi puisi lainnya. Ini merupakan titik balik bagi kehidupannya. Selama penampilan terakhirnya di Ware House, New Orleans, Lousiana, pada 12 Desember 1970, Jim yang mengalami penurunan mental, beberapa kali membanting mikrofon ke lantai panggung. Setelah keadaannya sedikit membaik, The Doors kembali ke akar dengan merilis album “L.A. Woman” ditahun 1971. https://www.youtube.com/watch?v=t3jf9_rua5Q Bulan Maret 1971 Morrison pindah ke Paris untuk istirahat dari kegiatan panggungnya dan berkonsentrasi dengan tulisannya, berharap untuk dapat kembali hidup normal. Namun nasib berbicara lain. Morrison meninggal pada 3 Juli pada usia ke 27. ditemukan di bath tub oleh Curson kekasihnya. Menurut biografi yang ditulis Stephen Davis, dilaporkan Morrison ditemukan dengan darah kering di sekitar mulut dan hidungnya dan tanda besar di dadanya yang menandakan kalau penyebab kematiannya karena tuberculosis dan sampai sekarang masih simpang siur tentang kematian Jim. Jim meninggal di usia 27 tahun, dan menjadikan dia salah satu legenda musisi yang masuk ke dalam “The 27 Club” bersama legenda musisi lainnya yang meninggal pada umur 27 tahun. Jim memang meniggal di usia yang terbilang muda, namun, di usia muda tersebut ia abadi hingga kini dengan jejak karya yang ditinggalkannya. Antara lain 5 buku puisi, 5 film, Bersama The Doors, Jim telah merekam 6 album studio dan bahkan 7 tahun setelah kematiannya, dan 1 album solonya dirilis yang berjudul “An American Prayer” yang dirilis pada tahun 1978 yang diambil dari suara dalam vokal puisinya.