PROGRAM PERPUSTAKAAN BERBASIS TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN INFORMASI LUNCURKAN GERAKAN SOSIAL #PENGETAHUANITUKEKUATAN

09-11-2016 12:11:52 By Rasyid Hadi
img

PerpuSeru, sebuah program jangka panjang yang saat ini bermitra dengan 531 perpustakaan di seluruh Indonesia dan bertujuan merubah perpustakaan menjadi pusat pembelajaran masyarakat berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), hari ini meluncurkan kampanye #PengetahuanItuKekuatan, sebuah gerakan sosial untuk Indonesia yang diprakarsai oleh goodwill ambassador (duta persahabatan) Adinia Wirasti dan bertujuan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik serta perubahan ekonomi yang lebih positif dengan menyediakan akses yang terbuka tentang berbagai pengetahuan penting lewat situs www.perpuseru.org. Program PerpuSeru dikelola oleh Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI) bermitra dengan Bill & Melinda Gates Foundation (BMGF) dan didukung oleh sektor swasta dan publik, telah menciptakan portal untuk berbagi video tutorial bisnis dan pembelajaran online yang terbuka dan gratis serta tersedia bagi umum melalui situsnya www.perpuseru.org. Video tutorial ini dapat diakses oleh siapa saja terutama di perpustakaan berbasis TIK di seluruh Indonesia. Gerakan #PengetahuanItuKekuatan ini terinspirasi karena melihat perjuangan pemuda-pemudi Indonesia di masa lalu. Indonesia merdeka tahun 1945 karena gerakan dari para pemuda. Pemuda yang peduli dan terus berkarya utk negerinya dengan caranya, melalui pengetahuan. Pengetahuan itu kekuatan, kekuatan untuk berubah dan merubah. Pengetahuan positif bisa datang dari siapa saja, dan dibagikan kepada siapa saja yang memiliki kekuatan untuk membawa suatu perubahan ke arah yang lebih baik. foto-1 Menurut goodwill ambassador (duta persahabatan) PerpuSeru, Adinia Wirasti, pemenang dua Piala Citra dan juga dikenal dengan kepeduliannya terhadap Indonesia serta keinginannya mempromosikan pengetahuan di seluruh Indonesia, khususnya di daerah terpencil, “Saya sangat bersemangat dan bangga menjadi bagian dari gerakan sosial #PengetahuanItukekuatan. Perpustakaan berbasis TIK adalah aset negeri ini dan kita akan menggunakan jejaring sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter serta situs www.perpuseru.org untuk mengundang seluruh masyarakat Indonesia, dimanapun kita berada, untuk berbagi pengetahuan yang bernilai karena dengan berbagi pengetahuan kita telah aktif berperan serta mencerdaskan kehidupan bangsa dan mendukung pembangunan sumber daya manusia negeri ini.” Titie Sadarini, Chief Executive Coca-Cola Foundation Indonesia berkata,” Pemuda Indonesia di tahun 1945 adalah salah satu contoh terbaik gerakan sosial ‘Pengetahuan itu Kekuatan’. Maka dari itu perpustakaan berdasarkan TIK dikombinasikan dengan sumber pengetahuan yang tepat serta tekad masyarakat yang kuat untuk belajar akan berdampak positif. Tidak hanya meningkatkan kesejahteraan dan masa depan mereka, tetapi juga menyumbang terhadap pertumbuhan sosial ekonomi negeri ini. Saya harap semua dapat berpartisipasi, karena gerakan ini terbuka untuk umum, baik individu, komunitas, maupun korporasi.” foto-3 Melalui gerakan ini PerpuSeru mengundang seluruh warga negara Indonesia yang memiliki akses internet (netizen) untuk membuat video tutorial dan mengunggah di situs www.perpuseru.org. Tutorial ini dapat berupa tutorial apa saja yang mengandung pesan-pesan pengajaran akan berbagai hal penting dan diperlukan untuk memulai bisnis kecil, peningkatan kepribadian, pengembangan kemampuan dan lain-lain. Duta Persahabatan PerpuSeru, Adinia Wirasti menambahkan, ”Saya mengundang semua teman-teman untuk ikut gerakan ini. Tentu saja dengan mengunjungi situs www.perpuseru.org dan mengunggah tutorial tentang apa saja sehingga banyak orang, terlebih teman-teman kita di daerah hingga desa, bisa mengakses video tutorial yang diunggah di website. Mari kita sukseskan gerakan #PengetahuanItuKekuatan dan jangan lupa untuk mengunjungi jejaring sosial PerpuSeru untuk melihat berita-berita baru tentang PerpuSeru.” Selain didukung sepenuhnya oleh CCFI dan BMGF, PerpuSeru juga mendapatkan dukungan dari sektor swasta seperti Telkom dan Microsoft. Program ini juga didukung oleh Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Perpustakaan Nasional, Kementerian Transmigrasi dan Daerah Tertinggal, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional serta Pemerintah Daerah.