Pekan Raya Indonesia 2016 Selesai, Ditutup Seni dan Budaya Nusantara

07-11-2016 11:11:45 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue - Berakhirnya PRI ditandai dengan tampilnya Raisa di panggung konser 1.000 Band di hall 2, dan panggung nusantara diramaikan dengan Alam Dewata Band (Bali), Tari Minang (Sumatera Barat), Tari Saman & Lenggang Marawis oleh SMP AL-Azhar BSD. Tak ketinggalan Ondel-Ondel & Tanjidor (kesenian Betawi) yang berkeliling di hall ICE. “Pekan Raya Indonesia 2016 merupakan pesta rakyat yang telah dikunjungi lebih dari 600.000 pengunjung dari beragam usia. Banyak pengunjung yang membawa keluarga dan teman-temannya untuk berbelanja, berwisata kuliner, bermain di wahana permainan dan menonton konser di PRI. Selain menghibur, kemeriahan PRI juga menyajikan beragam pagelaran budaya yang mengedukasi dan mengenalkan lebih jauh lagi kekayaan nusantara yang sangat dinikmati pengunjung,” ujar Ryan Adrian, Managing Director PT Indonesia International Graha. [caption id="attachment_16361" align="aligncenter" width="1024"]ryan-adrian-managing-director-pt-indonesia-international-graha-paling-kiri-dan-hyang-i-mihardja-berfoto-bersama-para-pemenang-booth-terbaik-pri-2016 Ryan Adrian, Managing Director PT Indonesia International Graha (paling kiri) dan Hyang I Mihardja berfoto bersama para pemenang Booth Terbaik PRI 2016[/caption] Selama 18 hari PRI menghadirkan konser 1.000 band, 1.000 rasa kuliner warisan nusantara dan kreasi baru, beragam wahana permainan keluarga, pameran multiproduk, mulai dari otomotif (motor dan mobil), gadget, barang elektronik, teknologi, barang-barang konsumer, furnitur, peralatan rumah tangga, kosmetik, fashion dan gaya hidup. PRI juga menyuguhkan pagelaran musik nusantara, ruang eksplorasi seni dan pagelaran budaya. Konser 1.000 band yang mengambil tema “Bangkitnya Musik Indonesia” menampilkan musisi-musisi papan atas yang sudah dikenal lama seperti contohnya Slank, The Rain, Dewa 19, Element, Tipe-X hingga bintang-bintang yang tengah menjadi idola seperti Yura, Isyana Sarasvati, Barasuara, Tulus dan Raisa. PRI juga memberikan wadah bagi para musisi baru yang ingin berkembang dan seniman street performance. Berbagai genre ditampilkan, mulai dari pop, rock, reggae, ska, metal hingga dangdut. [caption id="attachment_16362" align="aligncenter" width="1024"]ryan-adrian-managing-director-pt-indonesia-international-graha Ryan Adrian, Managing Director PT Indonesia International Graha[/caption] Pekan Raya Indonesia (PRI) menyuguhkan beragam kuliner warisan nusantara yang tersebar dari berbagai daerah di Indonesia. Menghadirkan ragam warisan kuliner Indonesia yang legendaris seperti Toko Oen Semarang (1936), Soto Ahri Garut (1943), Es Kopi Tak Kie (1927), Kupat Tahu Gempol (1965), Nasi Jamblang Mang Dul Cirebon (1970), Nasi Pindang Semarang (1989), Gudeg Yogya Laminten (1980), dan masih banyak lagi sajian kuliner lainnya yang memanjakan lidah pencinta kuliner tanah air Sebagai bentuk kepedulian PRI terhadap budaya, selain menampilkan pagelaran musik nusantara di Nusantara Hall, terdapat juga ruang eksplorasi seni yang diisi dengan beragam workshop kreatif dan pagelaran budaya yang menampilkan pertunjukan tarian-tarian nusantara serta pameran foto bertajuk Alkisah karya fotografer Rio Motret yang mengangkat dongeng dan legenda Indonesia. [caption id="attachment_16360" align="aligncenter" width="1024"]hyang-i-mihardja-general-secretary-pri-2016 Hyang I Mihardja, General Secretary PRI 2016[/caption] Penampilan musik dari beragam daerah, seperti penampilan Nusa Tuak (Nusa Tenggara Timur), Komunitas Ronggeng Deli (Anjungan Sumatera Utara TMII), Keroncong Tugu (Betawi), Kunokini & Svaraliane (Kreasi-Nusantara), Saung Angklung Udjo (Jawa Barat), Hanyaterra (Jatiwangi, Majalengka), HorjaBius (Batak, Sumatera Utara), Sakatalu (Jawa Barat)  dan banyak lagi lainnya meramaikan Pekan Raya Indonesia. Workshop yang diadakan selama Pekan Raya Indonesia berlangsung telah memberikan pengalaman baru bagi pengunjung yang ingin berkreasi, di antaranya workshop sablon, membuat tas tangan dari kaos bekas, membuat boneka dari kertas, rubber cut (mencukil di atas karet, kemudian disablon ke media pouch), membuat alat musik dari keramik dan membatik.