Indonesian Dance Festival 2016: Tubuh Sonik

04-11-2016 04:11:40 By Rasyid Hadi
img

Indonesian Dance festival 2016 (IDF2016) memasuki hari kedua penyelenggaraannya. Setelah pembukaan acara pada, senin malam , 1 Oktober 2016 kemarin, sukses menampilkan pertunjukan Melati Suryodarmo dengan pertunjukan berjudul “Tomorrow as Purposed”, di Teater Jakarta. Hari kedua IDF2016 diisi dengan berbagai rangakaian acara yang tidak kalah menarik, rangkaian acara pada hari kedua kemarin dimulai dari pukul 16.00 dengan perputaran film dan juga pertunjukan Retrospektif dari tokoh tari yang mendapat IDF award tahun 2016, alm. Hoerijah Adam. Dedikasi beliau terhadap dunia tari Indonesia diapresiasi IDF2016 dengan membuat sebuah program Retrospektif. Film berjudul “Playing Barabah” besutan sutradara Katia Engel dengan Sentot Sudiharto menjadi pembuka hari kedua IDF2016. Teater Kecil Taman Ismail Marzuki menjadi venue untuk pertunjukkan ini. “Playing Barabah” sendiri diproduksi karena Hoerijah Adam tidak meninggalkan arsip rekaman gambar hidup dari karya-karyanya, sehingga diutuslah Sentot Sudiharto dan para tim produksi ke kampung halaman Hoerijah Adam, di Padangpanjang. Setelah pemutaran film “Playing Barabah”, Tom Ibnur, Sentot Sudiharto, dan Muhammad Jujur menampilkan tari “Barabah” karya Hoerijah Adam dengan sangat mempesona dan mendapatkan tepuk tangan meriah dari para penonton. Setelah rangkaian acara Retrospektif di Teater Jakarta, penonton bisa menikmati Insert Performance di Plaza Teater Kecil dari Animal Pop Family. Para penari muda arahan Jecko Siompo akan menampilkan sebuah karya apik yang tidak boleh dilewatkan penonton sambil menunggu pertunjukkan selanjutnya. Animal Pop Family sendiri menampilkan karyanya setiap pukul 17.15 di Plaza Teater Kecil setiap hari hingga IDF2016 berakhir tanggal 5 November 2016. idf2016_day2_andara-firman-moeis4 Puncak acara hari kedua IDF2016 diisi dengan pertunjukkan Highlights dari koreografer muda potensial Indonesia, Andara Firman Moeis dan Rianto. Bertempat di Teater Luwes, Institut Kesenian Jakarta, Andara Firman Moeis menampilkan karya berjudul “Untitled 2015” dan Rianto menampilkan karya berjudul “Medium”. idf2016_day2_andara-firman-moeis_2 “Untitled 2015” merupakan bagian dari penelitian yang dilakukan Andara Moeis sebagai bagian dari 4 bulan belajar di P.A.R.T.S (The Performing Arts Research and Training Studio) yang didirikan oleh koreografer Anne Terea De Keersmaeker di Brussel. Studi Andara ini berusaha untuk mengeksplorasi alat-alat koreografi dari De Keersmaeker dan berusaha mengimplementasikannya kembali ke dalam cara-cara yang baru. idf2016_day2_rianto2 Sementara Rianto dengan pertunjukkannya yang berjudul “Medium” mencoba menampilkan perjalanan tubuh tari Rianto, dari tubuh personal hingga sosial. Dalam pengantar kuratorialnya, Rianto menjelaskan bahwa dalam karyanya, Tubuh Rianto adalah medium terbuka bagi memori kosmos Desa Lengger nya, kosmos mental yang terus bermigrasi dari satu kota ke kota beragam dunia.