"BAPER" TERNYATA MENULAR....MASA SIH ???

03-11-2016 08:11:27 By Addo Richard
img

JakartaVenue - "BAPER" atau BAwa PERasaan menjadi istilah yang sangat sering didengar maupun diucapkan akhir-akhir ini. Bahkan istilah ini menjadi salah satu keywords yang sering ditanyakan orang kepada "Mbah Google." Meski belum ada di dalam kamus bahasa Indonesia, namun secara umum, istilah BAPER adalah, keadaan dimana seseorang ketika melihat atau mendengar sesuatu lalu terbawa dalam perasaan orang tersebut, dan hal tersebut sangat identik dengan kepekaan atau sensitifitas seseorang. Biasanya sih perempuan yang dominan mengalami hal ini. "Masa sih....???"   maxresdefault-2 Kenapa istilah BAPER sering dikaitkan dengan kaum perempuan,? karena pada dasarnya perempuan selalu menggunakan perasaan dalam menyimpulkan hal, sedangkan laki-laki lebih menggunakan logika. Tanpa disadari, perbedaan ini seringkali menjadi akar permasalahan dalam berhubungan, si wanita menganggap pria tidak peka, sedang pria merasa pasangannya lebay dan over sensitive. So, dalam hal ini, tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar juga, karena keduanya memang diciptakan berbeda dalam memandang hal, tapi bukan juga dibiarkan, salah satu solusinya, Pria harus belajar menjaga perasaan si wanita , dan wanita harus belajar mengontrol perasaan, sadar tidak sadar terkadang masalah yang seharusnya tidak ada menjadi ada karena kita terlalu bermain dengan perasaan yang tak jarang menimbulkan kekhawatiran, membuat emosi menjadi tidak stabil, hilang mood, menjadi gelisah, menangis dan teringat luka lama. upset-couple Meski lebih identik dengan kaum perempuan, namun pada kenyataannya, banyak juga pria yang BAPER, perasaan ini biasanya timbul karena kurangnya kepercayaan diri ataupun pondasi dalam berhubungan. Kalo kalian masing-masing sudah mengenal, seiring berjalannya waktu, perasaan tersebut juga perlahan berkurang. Dan satu kata kunci yang bisa memotivasi diri kalian agar tidak terus-terusan BAPER yaitu, "Menganggap diri kalian sendiri penting dan berharga sehingga kalian tidak merasa direndahkan atau disakiti. TIPS-TIPS Mengurangi "BAPER" versi JakartaVenue ; bankoboev-ru_zhenschina_idet_po_ulice_privlekaya_vzglyady_muzhchin-1

  1. PERCAYA DIRI - Hal ini sangat penting, karena jika seseorang memiliki kepercayaan diri yang tinggi, orang tersebut tidak akan merasa direndahkan, minder, dan percaya diri juga melatih fungsi otak untuk terus berpikir positif. Bayangkan diri kalian seorang primadona dan pasangan kalian takut kehilangan kalian. Tapi inget PERCAYA DIRI bukan KE - PEDEAN
  2. MOVE ON - kok move on, ? iya, move on merupakan salah satu indikasi seseorang BAPER, bayang-bayang masa lalu seringkali menjadi penyebab seseorang BAPER.
  3. PRIVATE TIME - Hal ini diyakini bisa mengurangi BAPER, intensitas komunikasi dan waktu khusus dengan pasangan akan membawa kita samakin mengenal pasangan, So, kalo keduanya saling mengenal, dengan sendirinya perasaan Cinta dan Sayang akan semakin bertumbuh dan BAPER akan lenyap dengan sendirinya. "Tak kenal maka tak sayang," yup, kalian pasti tahu dong maksud kalimat ini
  4. STAY AWAY FROM BAPER PEOPLE - Percaya atau tidak, bergaul dengan teman yang BAPER akan mempengaruhi pola pikir kita, secara tidak sadar kita bisa keikutan BAPER. Bisa dibilang BAPER ini merupakan penyakit menular. "Pergaulan Yang Buruk, Merusak Kebiasaan Yang Baik."
  5. BERAKTIFITAS - Dengan memperbanyak aktifitas kalian, hal ini tentu menghindari kalian dari kegiatan "MELAMUN" yang dapat merangsang pikiran-pikiran negatif
  6. BERHENTI MENGINGAT MANTAN - Sesempurna apapun pasangan seseorang dari masa lalu kalian, yang pasti bukan yang terbaik buat kalian, percaya deh, Tuhan tidak akan mengambil hal yang berharga kalo tidak digantikan dengan yang lebih baik, Agree....???
  7. SELALU MELIHAT HAL POSITIF PASANGAN - Namanya manusia tidak ada yang luput dari kesalahan, kalo terkadang pasangan kalian melakukan kesalahan (selain selingkuh), belajar untuk mengingat hal positif dirinya, dengan hal tersebut, kalian pasti mudah untuk memaafkan.
5-cara-agar-tetap-bertahan-pacaran-sampai-nikah