Asal Usul Halloween dan Labu Jack-O’-Lantern

31-10-2016 07:10:19 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue - Anak-anak muda hingga dewasa sedang diramaikan dengan tema horror akhir-akhir ini. Bukan tanpa alasan atau sekedar musim mistis lantaran ada rilis filim horror baru, tapi memang disetiap akhir bulan Oktober tanggal 31 ada perayaan kental nuansa mistis dan horror yang disebut Halloween. Mungkin masih ada yang awam tentang Halloween atau hanya sekedar merayakan berdandan serba seram layaknya hantu yang sering dijumpai dalam film horror terbawa euphoria teman-teman yang merayakan Halloween. JakartaVenue akan memberikan informasi tentang Halloween. Halloween adalah tradisi perayaan yang dilakukan anak-anak di Amerika Serikat setiap tanggal 31 Oktober. Anak-anak menggunakan kostum menyeramkan berkeliling dari pintu ke pintu tetengga untuk meminta permen atau cokelat sambil berkata semacam ancaman “Trick or Treat”, yang maksudnya “Beri kami (permen) atau kami jahili…!”. lamp-halloween-lantern-pumpkin Bagaimana asal mula Halloween… Halloween bermula sebagai festival perayaan akhir tahun musim panen yang dirayakan oleh orang Kelt (penduduk Eropa Tengah) zaman kuno. Pesta ini dilakukan oleh orang Kelt kaum Pagan atau penganut Paganisme, Paganisme adalah aliran kepercayaan dan praktek spiritual penyembahan berhala. Secara turun temurun kaum Pagan bangsa Kelt menggunakan kesempatan untuk melakukan festival dengan menyembelih hewan ternak serta menimbun makanan sebagai persiapan musim dingin. Tanggal 31 Oktober dipercaya juga oleh bangsa Gael (suku asli Irlandia kuno) sebagai momen terbukanya pembatas dunia antara orang mati dan orang hidup. Dipercaya pula orang mati akan membahayakan orang yang hidup dengan mambawa penyakit dan merusak panen, maka sewaktu merayakan festival, orang Gael mengenakan kostum dan topeng menyeramkan layaknya hantu guna berpura-pura menjadi arwah jahat atau bersusaha berdamai dengan orang mati. Tradisi bangsa Kelt dan Gael di Irlandia kemudian dibawa oleh orang Irlandia yang bermigrasi ke Amerika Utara, namun perayaan yang dilakukan tanggal 31 Oktober di Amerika sedikit berbeda dengan yang dilakukan oleh bangsa Kelt dan Gael di Eropa. Di Amerika Halloween atau Hallowe'en (kependekan dari All Hallows’ Evening (Malam Para Kudus), yang juga disebut Allhalloween, All Hallows' Eve, atau All Saints' Eve. Adalah malam Hari Raya Semua Orang Kudus (All Hallows' Day) di Kekristenan Barat. Perayaan tersebut mengawali peringatan trihari Masa Para Kudus (Allhallowtide). Di Amerika Serikat bagian utara ini kemudian Halloween diidentikan dengan buah Labu, karena disana memang adalah daerah penghasil labu, maka tak heran seni ukir labu sangat populer. halloween-pumpkin-carving-face Penggunaan labu pada perayaan Halloween berasal dari cerita Rakyat Irlandia. Seoang petani bernama Jack yang membebaskan iblis dari dalam dompetnya dengan pamrih yang diminta Jack agar si iblis tidak membawa roh Jack ke dalam neraka seandainya Jack mati. Ketika Jack mati ternyata Tuhan membawa roh Jack ke neraka, karena selama hidupnya Jack sering berbuat kejahatan. Berhubung iblis sudah berjanji pada Jack, maka iblis menghalang-halangi supaya Jack tidak dibawa ke neraka sehingga roh Jack pun menggantung entah dimana. Kemudian Jack membuat lentera dari lobak yang diukir dan berkeliling dunia mencari tempat peristirahatan. Cerita inilah yang membuat lobak digunakan untuk perayaan Halloween, tetapi karena langkanya lobak di Amerika, maka penggunaan lobak diganti dengan labu.