SEA+ Triennale “Ecounter": Art From Different Lands

28-10-2016 10:10:00 By Rasyid Hadi
img

Galeri Nasional Indonesia serta Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan kembali menggelar Southeas Asia Plus (SEA+) Triennale. dscf0157 Acara yang digelar tiga tahunan ini, merupakan pameran seni rupa yang erupakan sebuah bentuk tanggapan perkembangan seni rupa di tanah air, serta bertujuan untuk menghubungkan pertumbuhan seni rupa Indonesia dengan perkembangan seni rupa di wilayah Asia Tenggara untuk terus beradaptasi dengan kiblat seni rupa internasional yang terus berkembang. dscf0117 SEA+ Triennale pertamakali diadakan di tahun 2013 dengan tema “Global Art: Wise Around Asia” di Galeri Nasional. Untuk tahun 2016, SEA+ Triennale kembali di gelar untuk kedua kalinya dari 18 Oktober kemarin hingga 10 November 2016. dscf0135 Kali ini, tema yang diangkat yaitu “Ecounter: Art From Different Lands” yang di selenggarakan di gedung A, B, dan C Galeri Nasional. Ecounter menampilkan 44 karya seni rupa, baik berbentuk dua maupu tiga dimensional. Para perupa Indonesia yang berpartisipasi berasal dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, dan Balikpapan. Sedangkan perupa mancanegara berasal dari 11 negara yaitu Malaysia, Singapura, Thailand, Kamboja, Filipina, Myanmar, Laos, Australia, Denmark, Norwegia, dan United Kingdom. dscf0125 Diantaranya ada karya seni Fendry Ekel "Six Degrees of Separation" yang menunjukan teori bahwa siapa pun di bumi dapat dihubungkan ke orang lain di planet ini melalui rantai kenalan yang di kemas melalui angka angka tahun. dscf0127 Warna warni lukisan karya Kamalazedine yang mungkin terinspirasi oleh kayanya budaya yang ada di bali bertemakan “Balinese painting after Pita Maha”. Pita Maha merupakan Organisasi para pelukis barat yang menetap di Ubud, Bali, waktu tahun 1920an. dscf0142 Lalu ada buah karya Hordeng Theresia Agustina Sitompul “Her memory, her soul: spirare” yang berkonsepkan akan sebuah metafora tentang tubuh, pakaian, kain, binatang, tumbuhan, dan berusaha membawanya pada kehidupan sendiri, yakni semangat batin. Spirare untuk bernafas, seperti nafas, jadi semangat dalam prinsip dan menjiwai kekuatan setiap mahluk hidup. dscf0150 Seniman asal Inggris, Zoe Walker dan Neil Bromwich dengan karya balon udara berbentuk tank berwarna merah muda dan ungu tersebut diberi nama Siege Weapins of Love. dscf0154 Lukisan karya Kokok Sancoko tentang seorang pria juga turut menghiasi pameran tersebut. dscf0158 Ziqo Albaiquni berjudul “The Negotiation of Understanding” juga turut ditampilkan. dscf0146 Angki Purbandono juga ikut menyumbangkan karyanya yang bertajuk “Cosmic Axis Memories” yang menceritakan tentang memori kehidupan saat hidup di semesta, dengan balutan foto yang disususun seperti tabung. dscf0118 Pameran ini diharapkan dapat menjadi suguhan yang menarik dan bermanfaat bagi publik seni rupa di Indonesia. “Perhelatan ini dapat menjadi kesempatan berharga bagi para seniman Indonesia untuk menampilkan prestasi pencapaian karya yang telah dihasilkan bersama dengan para seniman internasional. Selamat kepada seniman yang bergabung pada pameran ini, semoga dapat diapresiasi dengan baik oleh masyarakat”, ujar Tubagus ‘Andre’ Sukmana, Kepala Galeri Nasional Indonesia.