Slank Sukses "Membakar" Panggung Pekan Raya Indonesia

28-10-2016 01:10:47 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue - Sejak tanggal 20 Oktober – 6 November 2016 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City setiap harinya beragam genre musik ditampilkan di pesta rakyat ini, seperti pop, rock, dangdut dan reggae. Untuk hari ke-6 giliran Slank yang tampil di panggung utama. Slank membuka konser dengan menyanyikan lagu Pulau Biru dilanjutkan dengan lagu I Miss You But I Hate You dan Memang. Slank sukses “membakar” panggung utama Pekan Raya Indonesia. Dari awal konser dimulai para Slankers (fans fanatik grup band Slank) sudah bernyanyi bersama dengan semangat. “Slankers harus berjanji di konser ini, janji untuk tetap senang-senang tapi tertib,” ujar Kaka di tengah-tengah konser. slank-di-pri-2016-2 Semangat para penonton semakin terbakar ketika dinyanyikannya Mars Slankers yang disambung dengan lagu Garuda Pancasila. Tidak ketinggalan Slank membawakan lagu-lagunya yang khas mengangkat isu sosial dan menyindir praktik korupsi lewat lagunya Seperti Para Koruptor, Halal dan Birokrasi Complex. Penonton yang ingin menikmati penampilan Slank pun tidak hanya memadati panggung utama saja tapi meluas sampai ke hall 3. Selain membawakan lagu-lagu yang memanaskan suasana, Slank menampilkan sisi manis dari mereka dengan tampilnya Bimbim bernyanyi bersama anaknya di atas panggung, dan Kaka memainkan harmonika sebelum menyanyikan lagu Terlalu Manis. Lagu-lagu andalan seperti Gara-Gara Kamu, Jakarta Pagi Ini, dan Orkes Sakit Hati mereka bawakan dengan apik. Sepanjang konser Slank tampil dengan penuh energi dan konser pun berlangsung dengan tertib dan damai hingga akhir acara. Selain konser musik 1.000 band, pengunjung akan mendapatkan pengalaman mencicipi kekayaan kuliner Nusantara dan juga kuliner modern yang berada di hall 1 dan 10. Ini akan menjadi surga bagi para pecinta kuliner. Pekan Raya Indonesia juga menghadirkan panggung utama Konser 1.000 Band 100% musik Indonesia yang akan menempati hall 2. Tidak hanya musisi yang telah memiliki nama besar di industri musik tanah air, namun PRI 2016 juga memberikan wadah untuk musik alternatif seperti band indie dan para pendatang baru serta para seniman street performance.