Indonesia GastroFest 2017: A Gastronomical Journey & Beyond

14-10-2016 04:10:05 By Rasyid Hadi
img

Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan besar yang memiliki 1.344 suku bangsa yang masing-masing memiliki ciri khas kebudayaan tersendiri yang terdiri dari berbagai unsur kehidupan, termasuk salah satu diantaranya adalah seni masakan. Indonesia adalah negeri kaya rasa, dengan kearifan lokal seni memasak dan seni masakan adalah salah satu harta karun terpendam yang dapat menjadi barometer kemajuan peradaban sebuah bangsa. Mendasari pemikiran tersebut dan sebagai bentuk penghargaan terhadap budaya memasak yang telah berabad dihidupkan secara turun temurun di negeri tercinta Indonesia, Bapak Guruh Soekarno Putra selaku Dewan Pendiri Indonesian Gastronomy Association (IGA), bersama Bapak Ery Erlangga selaku Presiden Direktur PT. Dyandra Promosindo dan akan menyelenggarakan sebuah acara dengan tajuk “Indonesia GastroFest 2017” : A Gastronomical Journey & Beyond, dengan akronim IGF 2017. IGF akan diadakan pada tanggal 21 – 23 Juli 2017 bertempat di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City. IGF 2017 merupakan sebuah acara yang memiliki karakter menyeluruh mengenai masakan, bukan hanya yang tersaji, namun IGF 2017 bertutur mengenai seni yang dihadirkan oleh sebuah sajian. Penghargaan yang akan mengurai kisah budaya, keberagaman bumbu lokal, teknik pengolahan yang detail dan berkelas, hingga sebuah menu lokal tersaji di ranah internasional. IGF 2017 adalah sebuah proses ‘internalisasi’ nilai budaya bagi masyarakat daerah dan menjadi sebuah aksi diplomasi budaya Indonesia di mata dunia Internasional. Perhelatan terhadap seni budaya masakan Indonesia, IGF 2017 akan diikuti oleh berbagai kalangan, seperti: perwakilan seluruh daerah di Indonesia, perwakilan diplomatik manca negara, kalangan industri dan organisasi baik lokal dan internasional, organisasi gastronomi manca negara, sommelier, cheese & master chef dari berbagai belahan dunia dan "top class cuisine fusion", termasuk yang ada di Indonesia. Penyajian berkelas yang ditampilkan dalam kesempatan konferensi pers yang diadakan pada tanggal 12 Oktober 2016 kemarin, berupa tiga jenis makanan dari tiga daerah di Nusantara, yaitu: Ikan Dole (Sulawesi Tenggara) Processed with Snapseed. Merupakan sajian khas lokal asal Buton dengan bahan dasar ikan tenggiri yang dibalut dengan kegurihan santan dan digoreng renyah dengan minyak panas sehingga mengeluarkan aroma bawang yang khas. Udang Rambut Betara (Jambi) Processed with Snapseed. Sajian lokal yang berasal dari Kabupaten Batanghari yang merupakan perpaduan berbagai macam bahan dasar khas Indonesia bercampur dengan daging udang cincang dan dibalut dengan remahan bihun lalu digoreng sehingga menghasilkan presentasi sajian yang sangat menggugah selera. Bubur Pedas (Kalimantan Barat) Processed with Snapseed. Tidak hanya terkenal di Sambas, Kalimantan Barat, makanan khas suku Melayu ini juga populer di Deli, Sumatera Utara. Bubur pedas khas Sambas adalah sajian bubur penuh gizi yang dipenuhi dengan berbagai macam sayuran segar. Penyajiannya yang menggunakan taburan kelapa sangtai, ikan teri, kacang, lemon cui dan sambal, menjadikan bubur sambas sebagai salah satu menu yang diturunkan dari generasi ke generasi. Selain seni masakan tradisional Indonesia, IGF 2017 juga akan menghadirkan seni masakan mancanegara sebagai panggung untuk mempelajari tren kuliner terbaru dan teknik dari yang paling berpengaruh dari beberapa kalangan master chef yang paling terkemuka dan dihormati di dunia keahlian memasaknya. Dengan demikian IGF 2017 akan menjadi ajang bertemu seni masakan dunia tidak hanya antara dua negara atau dua bangsa tetapi antara dua bagian yang sangat berbeda dari belahan dunia, baik dari timur dan barat. Event perdana IGF ini merupakan hasil kolaborasi antara Indonesian Gastronomy Association (IGA) dan Dyandra Promosindo.