Ajang E-Sport Sebagai Pemersatu Bangsa

07-10-2016 10:10:35 By Iwan Inkiriwang
img

Tahun ini Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah perhelatan “6th TAFISA World Sport for All Games” yaitu lomba permainan traditional dari setiap negara peserta. Jakarta menjadi tempat diselenggarakannya ajang ini dengan Venue Grand Opening di Ancol Beach City pada hari Jumat 07 Oktober 2016 jam 7 malam yang rencananya akan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo .e-sport-2 Namun pada hari Kamis kemarin telah di mulai pertandingan E-Sport yang dibuka oleh Bapak Hayono Isman selaku Ketua Panitia Pelaksana 6th TAFISA World Sport for All Games 2016. Diikuti oleh hampir semua peserta kontestan pertandingan ini bukan hanya menjadi ajang adu gengsi belaka tetapi suasana kebersamaan dan persatuan antar peserta dari negara berbeda ini terlihat jelas. Tidak ada sorak sorai saling ejek melainkan komunikasi antar pemain dan official satu negara dengan negara lain sangat akrab. Dijelaskan oleh Bapak Prana Adisapoetra selaku Sekjen dari Indonesia E-Sports Association sekaligus penanggung jawab acara E-Sports bahwa ajang yang oleh para gamers dikenal dengan permainan video games kompetitif ini, kami berusaha mengubah maindset/pandangan bahwa ini bukan sekedar gaming, tetapi lebih dari itu yakni sport/olahraga positif. Karena ini juga adalah bagian dari TAFISA GAMES dan didukung penuh KEMENPORA dan sponsor dari ASSUS, TELKOMSEL dan sebagainya. iespa-image “Untuk persiapan ajang ini kami sudah mempersiapkannya kurang lebih selama satu setengah tahun yang dimulai dari beeding ke federasi dunia lawan China sebagai kompetitornya, kemudian pengajuan proposal ke TAFISA sampai akhirnya disetujui. Dan target yang ingin kami capai adalah ingin menunjukan bahwa E-Sport itu bukan hanya sekedar main-main namun kami ingin lebih mengarahkan anak muda sekarang ke arah yang lebih positif dan berprestasi.” tutup Prana.