Filateli: Dulu Eksis Kini Terkikis

06-10-2016 03:10:48 By Rasyid Hadi
img

Filateli berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata philos dan ateleia. Philos itu punya arti teman dan ateleia punya arti bebas bea. Jadi kalo diartikan, filateli berarti membebaskan teman dari bea pos. Nah pembebasan dari bea pos itu diwujudkan dalam bentuk perangko yang telah dikirimkan dan ditempelkan pada amplop sebagai bukti pembayaran. Dilirik dari sejarahnya, istilah filateli sendiri mulai dikenal setelah Monsieur Herpin, seorang pengumpul prangko asal Prancis, memperkenalkan istilah philateli melalui karangannya yang berjudul Bapteme. Karangan ini dimuat di majalah Prancis “Collectionneur de Timbres-Poste” pada 15 November 1864. Sementara itu, orang pertama yang menjadi pengumpul prangko adalah Dr.Gray, seorang pejabat museum di Inggris. Filateli lebih diartikan sebagai suatu hobi, yaitu sesorang yang suka mengumpulkan perangko dan juga benda-benda pos lainnya. Biasanya perangko dan benda pos yang dikumpulkan itu adalah edisi lama. Tapi ada juga kok edisi baru yang dikumpulkan. Semakin tua usia perangko dan benda pos yang dikumpulkan, maka akan semakin berharga nilainya. Arti Perangko sendiri adalah tanda pelunasan porto dan biaya pos. Dengan hobi mengumpulkan perangko atau ber-filateli kita juga dapat menyampaikan pesan menganai berbagai kepentingan masyarakat sosial, pesan moral bahkan menggambarkan keindahan alam dan juga nilai sejarah. Jenis perangko banyak sekali macamnya, dan setiap negarapun merancang dan mencetak berabagai macam perangko yang berbeda. Maka dari itu tak jarang filatelis berburu perangko langka hingga ke luar negri Pada umumnya jumlah dan variasi perangko sangatlah banyak dan tidak terbatas. Kegemaran filatelis ini juga macam-macam. Ada yang hobi mengumpulkannya berdasarkan tema atau seri tertentu, design khusus, edisi tua sampai mengumpulkan design perangko dengan kesalahan cetak atau design, misalnya ada satu huruf yang lupa ditulis. Perangko jenis ini biasanya sangat langka dan memiliki nilai yang lebih tinggi dari nilai perangko lainnya. Seiring perkembangan teknologi saat ini, eksistensi filateli mulai meredup. Hobi megumpulkan aneka macam perangko pun kian merosot dari tahun ke tahun. Jika biasanya dulu kita sering mengumpulkan perangko, namun saat ini tradisi itu seolah sulit sekali kita temukan. Meskipun ada sebagian orang yang tetap hobi mengoleksi perangko sampai saat ini. Untuk di Indonesia ada yang namanya perkumpulan filateli Indonesia. Di tempat ini menghimpun bagi mereka yang hobinya mengumpulkan perangko dari seri terbaru sampai perangko langka atau klasik. Namun kini Dulu sebelum adanya email dan media sosial, prangko selalu menjadi barang kebutuhan untuk berkirim surat. Bentuk dan gambar prangko yang unik membuat orang-orang tertarik untuk mengoleksinya. Berawal dari hobi mengoleksi prangko ini lah, orang-orang terdorong untuk mencari sahabat pena (korespondensi, -red). Melalui korespondensi, seseorang akan dengan mudah mendapatkan prangko dari surat yang diterimanya. Bahkan tidak jarang, ia berkirim surat dengan orang asing agar mendapatkan prangko seri luar Indonesia. Meskipun surat-menyurat terbilang sudah jarang digunakan, karena saat ini masyarakat cenderung menggunakan komunikasi elektronik dan digital seperti email dan media sosial, namun filateli merupakan salah satu hobi yang wajib dilestarikan oleh berbagai kalangan. Semoga filateli terus tetap menjadi hobi yang menginspirasi semua terutama untuk menyampaikan pesan yang eduktif bagi masyarakat.